Polri dan TNI Gelar Buka Puasa Bersama Perkuat Sinergi Jaga NKRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 07:36
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didampingi pejabat utama Polri membuka acara buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. ANTARA/Laily Rahmawaty Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didampingi pejabat utama Polri membuka acara buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. ANTARA/Laily Rahmawaty (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya memperkuat soliditas dan sinergisitas dalam menjaga keamanan serta stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang mengusung tema "Puasa Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan"  tersebut berlangsung di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Acara dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir dalam kegiatan itu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin,

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, sejumlah pejabat utama TNI dan Polri, serta Ustadz Adi Hidayat yang menyampaikan tausiah Ramadhan.

Dalam amanatnya, Kapolri menyampaikan bahwa dinamika global yang terjadi saat ini dapat memberikan dampak terhadap situasi nasional.

Oleh karena itu, menurutnya, seluruh komponen bangsa perlu menjaga persatuan dan kesatuan.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tanggapi Rencana Pembelian Helikopter Black Hawk dari AS

"Oleh karena itu, untuk menjaga ke depan bagaimana kita terus menjaga soliditas, menjaga sinergisitas, dan menjaga agar TNI Polri bisa betul-betul melaksanakan amanah menghadapi dinamika global yang ada menghadapi dampak global yang ada dan ancamannya terhadap situasi dalam negeri," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan antara TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"Namun, kalau kita semua bersatu TNI, Polri, masyarakat, kyai dan seluruh elemen bangsa bersatu, kita yakin kita bisa melalui masa-masa yang ada," sambungnya.

Kapolri menambahkan bahwa pesan mengenai pentingnya persatuan dan sinergi tersebut juga kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai rapat bersama kementerian, TNI, dan Polri.

"Pak Presiden menyampaikan bahwa TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan," ujar Sigit.

Ia juga mengingatkan bahwa prajurit TNI maupun personel Polri telah bersumpah untuk menjadi abdi negara yang menjaga keutuhan bangsa.

"Saya tentunya mengingatkan bahwa amanat Undang-Undang Dasar jelas di Pasal 30 bahwa terkait dengan sistem pertahanan keamanan dan rakyat semesta, TNI dan Kepolisian Negara Indonesia adalah kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung," kata Sigit.

Pesan mengenai pentingnya sinergi TNI dan Polri juga disampaikan dalam tausiah Ramadhan oleh Ustadz Adi Hidayat.

Ia menyebut kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi simbol tekad bersama dalam menjaga keamanan negara.

Dalam tausiahnya, Ustadz Adi menyampaikan bahwa buka puasa bersama TNI dan Polri ini momentum satu tekad.

Satu inspirasi kepada seluruh tapak wilayah Indonesia bahwa TNI dan Polri mendeklarasikan kesiapan yang paripurna untuk bersatu melahirkan rasa aman dalam menjaga ketahanan RI.

Ia juga menjelaskan makna simbolis dari warna seragam dinas TNI dan Polri yang mencerminkan kesatuan dalam menjaga kedaulatan negara.

"Pakaian warna cokelat ini menunjukkan kesiapan bahwa di setiap tapak-tapak tanah Indonesia yang cokelat dan subur ada Polri yang siap menjaga wilayah NKRI," katanya.

Selain itu, seragam hijau TNI juga memiliki makna historis yang berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia yang hijau dan subur.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Gelar Pertemuan Tertutup dengan Surya Paloh di Kementerian Pertahanan

"Bila disatukan TNI dan Polri memberikan pesan bahwa di bawah tapak-tapak tanah Indonesia yang subur dan cokelat itu di atasnya ada yang hijau-hijau menjaga kedaulatan Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, warna seragam tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Tidak boleh ada narasi memisahkan TNI dan Polri. Tidak boleh ada narasi mempersengketakan TNI-Polri, karena ketika TNI-Polri dihadirkan untuk Indonesia dari pakaiannya, algoritmanya keduanya adalah pertahanan pokok yang melahirkan rasa aman untuk rakyat dan bangsa Indonesia," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close