Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mengkaji sejumlah opsi untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) yang akan terdampak perang di Timur Tengah. Salah satu yang dikaji adalah penerapan work from home bagi para aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Prabowo mengatakan perang di Iran akan memengaruhi harga minyak dunia. Kenaikan harga BBM katanya akan berdampak pada kenaikan komoditas lainnya, terutama pangan. Untuk itu, Indonesia harus melakukan langkah proaktif dalam mengantisipasi kenaikan harga minyak meski telah swasembada beras.
"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tetapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," katanya.
Baca Juga: Sidang Kabinet, Menko Airlangga Paparkan Skenario Harga Minyak dan Dampaknya pada Defisit APBN
Prabowo mengatakan banyak negara telah melakukan langkah penghematan. Sambil menunjukkan slide, Prabowo mencontohkan sejumlah langkah yang dilakukan Pakistan merespons kenaikan harga minyak dunia.
"Ini hanya sebagai perbandingan, jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures," jelas Prabowo.
Kepala Negara mengatakan, Pakistan melaksanakan kebijakan seperti saat menghadapi pandemi COVID-19. Pakistan, katanya, telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH, sebanyak 50% pegawainya. Selain itu hari kerja juga dipotong menjadi hanya 4 hari. Tak hanya itu, gaji para pejabat juga dipotong dan dialokasikan untuk warga rentan.
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan membantu kelompok paling rentan dan lemah," kata Prabowo.
Tak hanya itu, Pakistan juga memotong konsumsi BBM di seluruh kementerian serta mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan setiap hari.
"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," katanya.
Pakistan juga mengurangi kunjungan kerja, tidak menggunakan anggaran pemerintah untuk menggelar pesta, dan penerapan belajar secara online di semua lembaga pendidikan tinggi. Prabowo mengatakan, berbagai langkah yang dilakukan Pakistan itu dapat dikaji oleh jajarannya untuk diterapkan.
"Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya, kalau bisa kita tidak punya defisit," kata Prabowo.
Baca Juga: Airlangga Laporkan Cadangan Devisa RI Naik Jadi 151,9 Miliar Dolar AS
Prabowo menyatakan, tujuannya adalah keseimbangan APBN. Untuk itu, berbagai opsi penghematan perlu dikaji mendalam. Menurutnya, penerapan WFH seperti yang dilakukan di masa pandemi COVID-19 dapat menghemat konsumsi BBM dan anggaran dalam jumlah yang besar..
"Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," katanya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menekankan, Indonesia tidak boleh panik dengan ketegangan geopolitik yang terjadi. Namun, Indonesia tidak boleh lengah dan harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Salah satunya perang yang berkepanjangan.
"Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang," katanya.
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)