Ntvnews.id, Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman video yang memperlihatkan detik-detik penghancuran sebuah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat di perairan utara Teluk Persia.
Dalam video tersebut tampak ledakan besar yang terjadi secara beruntun hingga membakar seluruh badan kapal. Rekaman itu juga disertai suara di latar belakang yang menyatakan bahwa kapal tanker Amerika tersebut telah hancur akibat serangan tersebut. IRGC menyatakan serangan tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026).
Kapal yang menjadi sasaran serangan diketahui bernama Safe SIA, yang terdaftar di bawah bendera Kepulauan Marshall. Iran secara resmi menggambarkan kapal tersebut sebagai salah satu aset militer Amerika Serikat.
Menurut pernyataan IRGC, kapal tanker tersebut diserang setelah diduga mengabaikan peringatan yang diberikan oleh Angkatan Laut IRGC saat melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bocah Terluka Saat Beri Makan Singa, Kebun Binatang Ditutup Sementara
Pihak IRGC menegaskan bahwa seluruh kapal yang beroperasi di Teluk Persia wajib mematuhi peraturan navigasi yang berlaku di wilayah tersebut. Mereka juga memperingatkan bahwa situasi keamanan yang memanas saat ini merupakan dampak dari tindakan agresif Amerika Serikat di kawasan.
Laporan lain menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker memang meledak di wilayah perairan teritorial sekitar lokasi kejadian. Dari insiden tersebut, sebanyak 38 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban lain yang masih hilang dilaporkan masih terus berlangsung.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari. Operasi militer gabungan tersebut memicu respons balasan keras dari Teheran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan besar menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak yang menargetkan berbagai pangkalan militer milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan. Dampaknya, ledakan besar dilaporkan terdengar di sejumlah negara di wilayah Teluk.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Penghentian Bertahap PLTD Berbahan Solar, Diganti PLTS dan Geothermal
Di tengah meningkatnya konflik tersebut, serangan terhadap kapal komersial kembali terjadi di kawasan Teluk. Setidaknya lima kapal dilaporkan terkena proyektil saat berlayar di sekitar Selat Hormuz dan perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026).
Salah satu kapal yang terdampak adalah Mayuree Naree, kapal kargo curah kering berbendera Thailand. Kapal tersebut dihantam dua proyektil saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu pagi, yang memicu kebakaran serta merusak ruang mesin.
“Tiga awak kapal dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin. Perusahaan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk menyelamatkan ketiga awak kapal yang hilang ini,” jelas Operator kapal yang berbasis di Thailand, Precious Shipping.
Precious Shipping juga menyatakan bahwa 20 awak kapal lainnya telah berhasil dievakuasi dengan selamat dan kini berada di darat di Oman.
Kapal Tanker Amerika Dihantam Rudal Bawah Laut (Instagram)