Ntvnews.id, Taheran - Unit elit Quds Force dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan melakukan pembalasan tanpa henti terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Pasukan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus melawan hingga pihak yang mereka sebut sebagai musuh benar-benar dikalahkan.
Dilansir dari Anadolu, Jumat, 13 Maret 2026, dalam pernyataan resmi yang dirilis, Pasukan Quds menyebut operasi militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta nilai-nilai kemanusiaan.
Mereka juga menyatakan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi negara serta warga sipil Iran.
Meski demikian, Pasukan Quds menegaskan bahwa serangan tersebut tidak melemahkan tekad Republik Islam Iran maupun sekutu-sekutunya dalam Poros Perlawanan di kawasan.
Baca Juga: Iran Umumkan Mojtaba Khamenei Terluka
Pernyataan itu juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai dominasi global dan Zionisme internasional.
Dilaporkan oleh media Iran, Press TV, Kamis, 12 Maret 2025 pernyataan tersebut menyebut, "Setelah musuh melanggar semua batasan kemanusiaan dan hukum internasional, kami menganggapnya sebagai kewajiban agama kami untuk terus berjuang dengan kekuatan penuh."
Pasukan Quds yang dikenal sebagai unit paling elit dalam IRGC juga menegaskan tekadnya untuk terus melakukan serangan balasan.
"Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."
Dalam pernyataan yang sama, mereka juga memberikan peringatan keras kepada pihak lawan.
Asap membubung setelah ledakan di tengah kota Teheran, Iran, Jumat 6 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.) (Antara)
"musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia - bahkan di rumah mereka sendiri."
Selain itu, mereka menegaskan bahwa perlawanan akan terus dilakukan hingga tujuan mereka tercapai.
"Kami tidak akan berhenti melawan sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan, dan bahwa kami akan membalas dendam atas kaum tertindas dan para martir dari para penindas dan kaum yang sombong."
Baca Juga: Intelijen AS Akui Rezim Iran Masih Kuat Meski Dibombardir AS-Israel Hampir 2 Pekan
Pernyataan tersebut muncul di tengah serangan balasan yang terus dilakukan IRGC terhadap sejumlah target strategis milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini, IRGC dilaporkan telah melancarkan sedikitnya 39 gelombang serangan balasan terhadap target-target tersebut, termasuk di sejumlah lokasi penting seperti Tel Aviv, Haifa, serta Be'er Sheva yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan Israel.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)