Iran Umumkan Mojtaba Khamenei Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 20:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Masyarakat berkumpul untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran. Masyarakat berkumpul untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran. (Anadolu)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Iran menyampaikan bahwa pemimpin tertinggi baru negara tersebut, Mojtaba Khamenei, mengalami luka namun kondisinya dilaporkan tetap stabil.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam wawancara dengan media Italia Corriere della Sera.

"Dia (Mojtaba) terluka, tetapi kondisinya baik. Saya tidak tahu kapan dia akan menyampaikan pidato pertamanya (sebagai pemimpin tertinggi Iran)," kata Baghaei kepada surat kabar Corriere della Sera, dikutip dari laman Sputnik, Kamis, 12 Maret 2026.

Baghaei juga mengungkapkan bahwa sebelum penetapan pemimpin tertinggi, terdapat beberapa kandidat yang dipertimbangkan. Namun, menurutnya, mayoritas anggota Assembly of Experts akhirnya memilih Mojtaba Khamenei untuk memegang posisi tersebut.

Ia menambahkan bahwa setidaknya ada tiga hingga empat orang yang sempat menjadi kandidat untuk jabatan tersebut sebelum keputusan akhir diambil.

Menanggapi isu gencatan senjata, Baghaei menegaskan bahwa Iran saat ini lebih memprioritaskan upaya menjaga kedaulatan negara serta mempertahankan integritas wilayahnya.

"Pada Juni 2025, setelah 12 hari, Amerika Serikat dan Israel mengatakan, 'Mari kita berhenti'; dan kami berhenti. (Ajakan) Gencatan senjata itu adalah sandiwara lucu. Itulah mengapa seluruh negeri sekarang bertekad untuk membela diri," kata Baghaei.

Sebelumnya, pada 28 Februari, militer Amerika Serikat

dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.

Sebagai balasan, Iran kemudian melakukan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran. Namun kemudian keduanya menegaskan bahwa operasi itu juga berkaitan dengan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Dalam operasi militer tersebut, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang juga merupakan ayah Mojtaba, dilaporkan tewas pada hari pertama serangan. Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan terhadap Ali Khamenei sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel serta menyerukan agar ketegangan segera diturunkan dan permusuhan dihentikan.

Sementara itu pada Senin (9/3), Assembly of Experts secara resmi mengonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei telah dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran.

 
 
x|close