G7 Bahas Krisis Timur Tengah dan Rencana Pelepasan Cadangan Minyak Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 10:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Para pemimpin negara-negara G7. (ANTARA/Anadolu/py) Arsip - Para pemimpin negara-negara G7. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo -  Para pemimpin negara anggota G7 dijadwalkan menggelar pertemuan daring pada Rabu 11 Februari 2026, untuk membahas situasi di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi guna menstabilkan pasar energi global.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar dalam rapat darurat.

Jika disepakati, langkah itu berpotensi menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar yang pernah dilakukan.

Langkah tersebut juga akan menjadi respons kolektif pertama yang dipimpin IEA sejak 2022, ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Baca Juga: Bahlil Minta Masyarakat Tidak Panic Buying BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Dari Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi diperkirakan akan menyerukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dalam pertemuan tersebut.

Jepang sendiri sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah yang menyumbang lebih dari 90 persen kebutuhan minyak mentahnya.

Menjelang pertemuan itu, Takaichi menyatakan Jepang siap mulai mengurangi cadangan minyaknya paling cepat pada Senin mendatang tanpa menunggu keputusan respons kolektif dari IEA.

Jepang disebut siap melepaskan cadangan minyak setara 15 hari konsumsi yang disimpan oleh sektor swasta serta cadangan pemerintah setara satu bulan konsumsi nasional.

Hingga akhir Desember, Jepang memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi sekitar 254 hari kebutuhan domestik.

Baca Juga: G7 Bahas Cadangan Minyak Global di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran

Sementara itu, ketegangan di kawasan meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Para pemimpin G7 diperkirakan akan menegaskan pentingnya kerja sama erat guna memastikan pasokan minyak mentah tetap stabil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close