Menkeu Purbaya: Ekonomi Domestik Tengah Ekspansi Kuat, Tak Perlu Khawatir Risiko Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 21:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I tahun ini. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I tahun ini. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia menghadapi ketidakpastian global, termasuk eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terjadi saat ini.

"Ekonomi Indonesia sedang mengalami masa ekspansi dalam posisi yang kuat. Kalau kita harus menghadapi dampak negatif dari gejolak perekonomian global, tidak usah takut. Kita bisa mengendalikan dampak negatif dengan baik ke depan," ujar Purbaya dalam konferensi pers, Rabu 11 Maret 2026.

Secara rinci, ia kemudian memaparkan sejumlah indikator yang mencerminkan ekspansi ekonomi domestik.

Baca Juga: Purbaya: Depresiasi Rupiah Masih Moderat, Lebih Baik Dibanding Negara-negara Tetangga

Pertama, ia merujuk pada Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari. Angka tersebut tidak hanya menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, tetapi juga menjadi level indeks tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Purbaya mengatakan bahwa capaian tersebut bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara besar seperti China, Amerika Serikat, dan Australia. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional.

Kedua, ia juga menyoroti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 125,2 pada Februari. Skor tersebut menunjukkan masyarakat masih optimistis terhadap kondisi ekonomi, mengingat indeks berada di atas ambang batas optimisme di level 100.

Ketiga, konsumsi masyarakat juga tercatat terus tumbuh positif pada awal tahun. Hal ini tercermin dari Mandiri Spending Index (MSI) Februari yang mencapai 360,7 poin.

"Belanja masyarakat menjelang Ramadan ini terutama didorong konsumsi consumer goods, pendidikan, dan mobilitas. Jadi memang dari sini daya beli masyarakat sepertinya terus membaik dan menguat," imbuh dia.

Baca Juga: Tambang Emas Pani Mulai Irigasi Heap Leach, Menuju Produksi Emas Perdana di Kuartal I 2026

Kendati demikian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap mewaspadai dampak ketidakpastian global terhadap kondisi makroekonomi Indonesia.

Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah potensi disrupsi rantai pasok menyusul penutupan Selat Hormuz akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Iran.

Namun, ia memastikan instrumen fiskal akan tetap bekerja secara responsif untuk menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat.

"Pemerintah akan terus mewaspadai tantangan rantai pasok yang masih terkendala, serta risiko kenaikan inflasi terhadap biaya input agar momentum pemulihan ekonomi domestik tetap terjaga," pungkas dia.

x|close