Iran Siap Lanjutkan Serangan ke Israel dan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 13:46
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Masyarakat berkumpul untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). Masyarakat berkumpul untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran siap melanjutkan serangan rudal terhadap Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat selama dianggap diperlukan.

Dalam wawancara dengan media AS PBS News yang disiarkan pada Selasa, 10 Maret 2026, Araghchi mengatakan bahwa serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap fasilitas rudal Iran tidak berhasil menghentikan serangan balasan dari Teheran.

Ia juga menilai kedua negara tersebut tidak memiliki strategi akhir yang realistis dalam konflik yang sedang berlangsung.

"Mereka baru saja mulai menyerang kami secara membabi buta dan menargetkan kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, serta infrastruktur, yang merupakan langkah yang sangat berbahaya," tutur Araghchi.

Terkait pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Araghchi menyebut hal itu menunjukkan kesinambungan kebijakan Iran yang bersikap anti-AS dan anti-Israel sekaligus mencerminkan stabilitas negara tersebut.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Video Warga Israel Kabur ke Pegunungan Gegara Serangan Rudal Iran

Ia juga menegaskan bahwa perundingan dengan Amerika Serikat bukanlah pilihan bagi Iran, karena pengalaman sebelumnya dinilai memberikan pelajaran pahit bagi Teheran.

Araghchi turut mengaitkan kenaikan harga energi global dengan perlambatan atau penghentian produksi serta transportasi minyak di kawasan akibat apa yang ia sebut sebagai “agresi” AS dan Israel terhadap Iran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak menutup Selat Hormuz maupun menghalangi lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut.

Ketegangan meningkat sejak Jumat, 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Baca Juga: Donald Trump Cuek Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran lebih luas terhadap potensi gangguan ekspor minyak dan pasar energi global, terutama terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Pernyataan Araghchi tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 9 Maret 2026, mengatakan bahwa operasi militer AS dan Israel terhadap Iran akan “segera” berakhir.

(Sumber: Antara)

x|close