Bahlil Sebut Negosiasi Pembebasan 2 Kargo Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 16:24
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proses negosiasi untuk membebaskan dua kargo milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Teluk Arab diperkirakan segera mencapai penyelesaian.

“Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insyaallah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, pada Senin, 2 Maret 2026, Pertamina International Shipping melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah.

Kapal tersebut antara lain Gamsunoro yang sedang melakukan proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak; Pertamina Pride yang telah menyelesaikan proses pemuatan dan saat ini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; PIS Rinjani yang berada di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab; serta PIS Paragon yang sedang melakukan proses bongkar muatan di Oman.

Baca Juga: Antisipasi Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Alihkan Sumber Pasokan Minyak

Di tengah situasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan otoritas Iran guna memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, pada Selasa, 10 Maret 2026, PT Pertamina International Shipping (PIS) menyampaikan bahwa dari empat kapal yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua di antaranya telah berhasil meninggalkan area konflik, yakni kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon.

Saat ini masih terdapat dua kapal yang berada di kawasan tersebut, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di wilayah Teluk Arab.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Sebut 25 Persen Impor Minyak RI Terhambat

Kedua kapal tersebut masih menunggu kondisi keamanan yang memungkinkan untuk melintas keluar melalui Selat Hormuz. Meski demikian, keduanya dilaporkan berada dalam keadaan aman.

Kapal Gamsunoro diketahui melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga. Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang menjalankan tugas membawa pasokan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Pelaksana tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita menyatakan bahwa operasional distribusi energi Pertamina secara keseluruhan tetap berjalan normal.

“Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” ujar Vega Pita saat dikonfirmasi.

(Sumber: Antara)

x|close