AHY: Holding Garuda Indonesia Dapat Perkuat Konektivitas Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 14:04
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia Ilustrasi - Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan rencana menjadikan Garuda Indonesia sebagai holding maskapai penerbangan BUMN berpotensi memperkuat konektivitas sekaligus mendorong perkembangan ekosistem industri kedirgantaraan nasional.

"Terkait dengan sektor transportasi udara, saya mendukung dirgantara dan maskapai domestik, khususnya flag carrier kita Garuda Indonesia, ini juga membuka ruang yang luas, karena memang kebutuhan penerbangan ini masih tinggi sekali, apalagi memang negara kita negara kepulauan, banyak yang harus ditembus menggunakan pesawat," ujar AHY di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut AHY, penguatan industri nasional harus terus dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

"Dengan demikian, ini akan bisa mudah-mudahan mengurangi biaya transportasi udara dan mengembangkan ekosistem kedirgantaraan industri kita, itu juga penting sekali," katanya.

Baca Juga: Danantara Bakal Gabungkan Pelita Air dan Garuda Indonesia

Sementara itu, Danantara bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) tengah mendorong konsolidasi maskapai penerbangan milik negara melalui penggabungan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Dony menilai penggabungan maskapai BUMN akan meningkatkan kapasitas grup dalam menghadapi persaingan di industri penerbangan yang semakin ketat. Dengan struktur yang lebih terintegrasi, perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan memiliki posisi yang lebih kuat untuk bersaing sekaligus memperluas penguasaan pasar.

Selain itu, ia menegaskan bahwa sektor penerbangan merupakan industri yang menuntut ketelitian tinggi serta pengambilan keputusan secara cepat dalam setiap aspek operasional agar kinerja perusahaan tetap optimal.

Baca Juga: AHY Sebut TOD Berorientasi pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Integrasi Transportasi

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.

(Sumber: Antara)

x|close