Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan salah satu faktor utama yang dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026, AHY mengatakan Indonesia perlu memiliki tekad kuat untuk mencapai kemandirian energi demi menjaga keberlanjutan pembangunan.
"Indonesia harus punya semangat untuk mewujudkan kemandirian energi. Ketahanan energi (energy security) ini penting, elemen utama karena dengan semangat kita ingin terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, industri, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka diperlukan suplai energi cukup, terjangkau (affordable), dan tidak terganggu," ujar AHY.
Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan energi seiring pertumbuhan ekonomi juga akan berdampak pada bertambahnya emisi karbon dioksida (CO2). Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga memicu berbagai krisis.
Baca Juga: Menko IPK Tekankan Pemulihan Infrastruktur Dasar sebagai Kunci Bangkit Pascabencana
Karena itu, menurut AHY, Indonesia perlu mempercepat langkah menuju penggunaan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon.
"Dekarbonisasi ini harus dilakukan serius termasuk sektor transportasi. Petanya begini, dari komposisi emisi karbon di Indonesia itu 55 persennya berasal dari sektor energi. Jika dibedah sektor energi tersebut maka 22 persennya dari sektor transportasi, dan jika dibedah dari 22 persen itu 89 persennya berasal dari transportasi darat. Dan kalau dibedah lagi kontribusi dari kendaraan berat (heavy duty), Ini signifikan," katanya.
Lebih lanjut, AHY menyampaikan bahwa pemanfaatan energi yang lebih efisien perlu terus didorong, termasuk melalui percepatan elektrifikasi kendaraan.
Menurutnya, keberhasilan upaya tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang tepat, pengawasan dari berbagai pihak, serta edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga perlu menghadirkan berbagai insentif guna mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mendorong pengembangan industri truk listrik dan bus listrik di dalam negeri.
Baca juga: Menko IPK Dorong Riset Terapan untuk Infrastruktur Tangguh dan Berkelanjutan
"Ini yang juga menjadi salah satu solusi yang kita sedang kawal. Tapi pada akhirnya kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak boleh terhenti dan kita ingin memastikan apa yang kita lakukan hari ini juga bertanggung jawab terhadap masa depan anak cucu kita," kata AHY.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta (Antara)