Ntvnews.id, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin, 9 Maret 2026 menyatakan bahwa serangan militer yang dilakukan bersama Israel terhadap Iran diperkirakan akan segera berakhir.
Dalam konferensi pers di Florida, Trump menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan operasi militer tersebut selesai pada akhir pekan. Ia menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi secepat itu, namun menurutnya konflik tersebut akan segera mencapai titik akhir.
"Tetapi segera. Sebentar lagi," ujar dia.
Meski demikian, Trump juga menyampaikan pernyataan yang terkesan bertentangan. Ia mengatakan tujuan utama operasi militer sebagian besar telah tercapai, tetapi pada saat yang sama mendukung pernyataan Menteri Perang AS, Pete Hegseth, yang sebelumnya menyebut bahwa pertempuran baru saja dimulai.
"Ya, saya rasa Anda bisa mengatakan keduanya. Ini adalah awal dari membangun sebuah negara baru," kata Trump.
Trump mengklaim bahwa kekuatan militer Iran kini telah mengalami kerusakan besar. Menurutnya, Iran tidak lagi memiliki angkatan laut, angkatan udara, maupun sistem pertahanan udara yang memadai.
Ia menyebutkan bahwa pasukan AS telah menyerang lebih dari 5.000 target sejak serangan besar-besaran dimulai pada 28 Februari 2026.
"Beberapa di antaranya merupakan target yang sangat penting," kata Trump.
Trump juga mengatakan bahwa militer AS masih menyisakan sejumlah target penting yang dapat diserang apabila situasi mengharuskannya.
"Jika kami menyerangnya, akan memakan waktu bertahun-tahun bagi mereka untuk membangun kembali, yang berkaitan dengan produksi listrik dan banyak hal lainnya," ujar Trump.
Baca Juga: Warga di 50 Kota AS Gelar Aksi Protes Serangan AS-Israel ke Iran
Selain itu, Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap Mojtaba Khamenei yang disebut sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Namun, ia menolak menjawab ketika ditanya apakah putra dari Ali Khamenei tersebut akan menjadi target serangan mematikan.
Trump juga menyatakan bahwa Gedung Putih berencana mencabut sebagian sanksi yang berkaitan dengan minyak untuk membantu menurunkan harga energi global, meskipun ia tidak merinci sanksi mana yang akan dihapus.
"Kami menerapkan sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai situasi kembali normal," kata Trump.
Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika mencoba mengganggu pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Trump Sebut AS Masih Jauh dari Keputusan Kirim Pasukan Darat ke Iran
Menurut Trump, apabila Iran melakukan "upaya apa pun untuk menghentikan pasokan minyak dunia," maka negara tersebut akan "diserang dengan level yang jauh lebih tinggi".
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap ibu kota Iran, Teheran, serta sejumlah kota lainnya. Serangan itu dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Senin, 9 Maret 2026, melalui platform media sosial X, menyatakan bahwa negaranya memiliki "banyak kejutan" untuk Amerika Serikat dan menegaskan kesiapan Iran menghadapi setiap rencana serangan dari Washington.
(Sumber: Antara)
Petugas medis berpartisipasi dalam sebuah demonstrasi di depan sebuah rumah sakit yang rusak akibat serangan Amerika Serikat-Israel di Teheran, Iran, pada 7 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)