Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik militer Amerika Serikat terhadap Iran hanya bersifat sementara dan tidak akan berlangsung lama. Ia menggambarkan operasi militer tersebut sebagai langkah singkat yang menurutnya sudah mendekati akhir.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di hadapan anggota DPR dari Partai Republik serta para donatur dalam sebuah acara di resor miliknya di luar Miami.
Dalam pidatonya, Trump menyampaikan bahwa operasi militer yang dilakukan bersama Israel terhadap Iran pada dasarnya merupakan misi yang terbatas.
"Ini hanyalah sebuah petualangan singkat ke sesuatu yang harus dilakukan. Kita sudah sangat dekat untuk menyelesaikannya," kata Trump dikutip dari NBC News.
Baca Juga: Trump: Harga Minyak akan Turun dengan Cepat Jika Penghancuran Ancaman Nuklir Iran Berakhir
Pertemuan tersebut dihadiri para politisi Partai Republik yang berkumpul selama tiga hari untuk membahas agenda legislasi sekaligus strategi kampanye menjelang pemilihan paruh waktu pada November. Namun, diskusi mereka turut dipengaruhi perkembangan konflik di Iran yang sedang berlangsung.
Pernyataan Trump muncul di tengah gejolak pasar energi global. Sehari sebelumnya, harga minyak mentah melonjak hingga menembus lebih dari US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2022.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
"(Perang) ini akan segera berakhir," Trump menegaskan dalam pidatonya.
Namun, ia tidak menyebutkan secara rinci kapan tepatnya operasi militer itu akan dihentikan. Trump hanya menilai bahwa kekuatan militer Iran sudah sangat melemah.
Baca Juga: Israel Diduga Gunakan Fosfor Putih dalam Serangan di Lebanon
"Saya pikir perang ini sudah sangat selesai, hampir sepenuhnya. Mereka tidak punya angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak punya Angkatan Udara," kata Trump seperti dikutip oleh koresponden Gedung Putih CBS News, Weijia Jiang.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa keputusan untuk menghentikan konflik akan dibicarakan bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam wawancara dengan The Times of Israel pada Minggu (8/3), Trump menegaskan bahwa meskipun keputusan akhir berada di tangannya, pandangan Netanyahu tetap menjadi bagian dari pertimbangan.
"Saya pikir itu keputusan bersama sampai batas tertentu. Kami terus berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua pertimbangan akan diperhitungkan," ujar Trump.
Trump juga mengeklaim bahwa kerja sama Washington dan Tel Aviv telah berhasil melemahkan kekuatan Iran yang menurutnya berpotensi mengancam Israel.
"Iran akan menghancurkan Israel dan wilayah di sekitarnya. Kami bekerja sama. Kami telah menghancurkan sebuah negara yang ingin menghancurkan Israel," ujarnya.
Mojtaba Khamenei dan Donald Trump (Istimewa)