Menhan AS Sebut Operasi Militer terhadap Iran Baru Permulaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 08:25
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (ANTARA/Anadolu) Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (ANTARA/Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan operasi militer terhadap Iran masih jauh dari selesai dan baru memasuki tahap awal.

Dalam wawancara yang ditayangkan Minggu 8 Maret 2026 di program 60 Minutes CBS News, Hegseth menyatakan kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan terus melemah.

“(Kekuatan Iran) menipis dan akan semakin tipis. Sekali lagi, yang ingin saya sampaikan kepada pemirsa Anda adalah ini baru permulaan,” kata Hegseth.

Menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon, lebih dari 50 ribu tentara AS terlibat dalam operasi militer yang disebut Operasi Epic Fury.

Hingga Jumat 6 Maret 2026, militer AS dilaporkan telah menyerang sekitar 3.000 target di wilayah Iran.

Baca Juga: Menhan AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka dalam Pendekatan Terhadap Iran

Hegseth menegaskan operasi tersebut berjalan sesuai rencana dan membantah anggapan bahwa serangan hampir berakhir.

“Kami sangat sesuai rencana,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel memiliki keunggulan besar dibandingkan Iran.

“Jika kami menggabungkan angkatan udara kami dengan angkatan udara Angkatan Pertahanan Israel, maka itu adalah dua angkatan udara terkuat di dunia,” kata Hegseth.

Hegseth juga mengulangi tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat.

Menurutnya, tujuan operasi militer tersebut adalah melemahkan kemampuan militer Iran hingga tidak lagi mampu melanjutkan pertempuran.

“Artinya, kami berjuang untuk menang. Artinya, kami menetapkan syaratnya. Kami akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur,” ujarnya.

Baca Juga: Menhan AS Sebut Trump Pilih Negosiasi, Tapi Desak Iran Terima Kesepakatan

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta serangan balasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Menurut Pentagon, Amerika Serikat siap melanjutkan operasi militer selama diperlukan untuk mencapai tujuannya.

Hegseth juga memperingatkan bahwa konflik tersebut kemungkinan akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.

“Presiden benar ketika mengatakan akan ada korban jiwa, akan ada lebih banyak korban jiwa,” katanya.

(Sumber: Antara)

x|close