Ntvnews.id, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu 8 Maret 2026, menyatakan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan dari Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menegaskan bahwa sosok yang akan memimpin Iran ke depan harus mendapatkan persetujuan dari pihaknya.
Menurut dia, tanpa dukungan tersebut, pemimpin baru Iran tidak akan mampu bertahan dalam jangka waktu lama.
Trump juga mengatakan bahwa ia tidak ingin situasi konflik dengan Iran kembali terulang dalam beberapa tahun mendatang.
Ia menekankan kekhawatirannya terhadap kemungkinan Iran mengembangkan senjata nuklir jika tidak ada perubahan dalam kepemimpinan negara tersebut.
Baca Juga: Iran Sebut Rusia dan China Bisa Bantu Redakan Konflik
Donald Trump (Instagram @realdonaldtrump)
Sementara itu, Majelis Pakar Iran dilaporkan telah menyelesaikan keputusan mengenai pemimpin tertinggi baru negara tersebut, menurut laporan kantor berita semi-resmi Mehr.
Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Penetapan tersebut dilakukan oleh para ulama pada Minggu, ketika konflik besar di kawasan telah memasuki minggu kedua.
Sebelumnya Trump juga menyatakan keinginannya untuk terlibat secara langsung dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya.
Pada Sabtu 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran.
Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior, komandan militer, serta ratusan warga sipil.
(Sumber: Antara)
Mojtaba Khamenei dan Donald Trump (Istimewa)