Ntvnews.id, Taheran - Iran bersiap mengumumkan pemimpin tertinggi yang baru setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam depot minyak dan memicu kebakaran besar yang menyebabkan sebagian wilayah Teheran diselimuti asap tebal. Meski demikian, nama calon pengganti belum diungkapkan ke publik.
Badan ulama yang bertanggung jawab memilih penerus Ali Khamenei yang meninggal lebih dari sepekan lalu akibat serangan yang memicu konflik di kawasan Timur Tengah disebut telah mencapai keputusan mengenai sosok pemimpin berikutnya.
"Pemungutan suara untuk menunjuk pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah dipilih," kata anggota Majelis Pakar Iran, Ahmad Alamolhoda, seperti dikutip dari Anadolu, Senin, 9 Maret 2026.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan pengerahan kontingen pasukan darat AS ke Iran
Alamolhoda menjelaskan bahwa sekretariat lembaga tersebut nantinya akan mengumumkan nama pemimpin baru secara resmi. Beberapa anggota majelis lainnya juga mengonfirmasi bahwa keputusan sudah dibuat, bahkan salah satu di antaranya mengisyaratkan bahwa putra mendiang pemimpin berpotensi menduduki posisi tersebut.
Di sisi lain, Israel mengeluarkan peringatan tegas bahwa militernya tidak akan ragu menargetkan pemimpin baru maupun anggota Majelis Pakar yang menggelar pertemuan untuk mengesahkan pengangkatan tersebut.
Sementara itu, hingga memasuki hari kesembilan konflik, Garda Revolusi Iran mengklaim memiliki persediaan yang cukup untuk melanjutkan operasi perang menggunakan drone dan rudal di kawasan Timur Tengah hingga enam bulan ke depan.
Pendemo Iran mengibarkan bendera Iran dan Palestina dalam aksi anti-Israel di Tehran. (AP News)