Ntvnews.id, Baku - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menuding Iran melakukan aksi “terorisme” setelah serangan drone melukai empat warga di wilayah negaranya, termasuk di area bandara dan dekat sebuah sekolah. Aliyev pun menyatakan siap mengambil langkah balasan atas insiden tersebut.
"Hari ini terjadi aksi teror dari pihak Iran terhadap wilayah Azerbaijan," kata Aliyev dalam pertemuan dewan keamanan dilansir dari AFP, Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Aliyev mengungkapkan telah memerintahkan militer Azerbaijan untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan. Ia menegaskan pasukan militer harus berada dalam kondisi siaga penuh untuk menjalankan berbagai operasi yang diperlukan.
"Telah diinstruksikan untuk mempersiapkan dan melaksanakan tindakan pembalasan dan ditempatkan pada tingkat mobilisasi nomor satu, dan harus siap untuk melakukan operasi apa pun," tambahnya.
Baca Juga: Dubes Iran: Ali Khamenei Telah Fatwakan Senjata Nuklir Haram
Sementara itu, pemerintah Iran membantah tuduhan bahwa mereka secara sengaja menyerang Azerbaijan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa serangan tersebut tidak menargetkan negara tetangga itu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dua drone Iran dilaporkan menghantam wilayah otonom Nakhchivan, termasuk area bandara. Meski demikian, Teheran menegaskan tidak memiliki niat menyerang Azerbaijan.
"Republik Islam Iran tidak menargetkan Republik Azerbaijan," kata Gharibabadi dalam siaran kantor berita Tasnim Iran dilansir Aljazeera.
Baca Juga: AS Selidiki Serangan Udara ke Sekolah Putri di Iran yang Tewaskan 168 Siswi
"Kami tidak menargetkan negara-negara tetangga kami," imbuhnya.
Menurut Gharibabadi, sasaran sebenarnya dari serangan tersebut adalah pangkalan militer yang digunakan oleh pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran. Ia menyebut pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut sebagai target yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Serangan yang terjadi pada siang hari itu, menurut laporan AFP pada Kamis, 5 Maret 2026, melibatkan setidaknya dua drone yang terbang dari wilayah Iran menuju Nakhchivan, wilayah eksklave Azerbaijan. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Iran dan terpisah dari daratan utama Azerbaijan oleh Armenia.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Senin (6/1/2025) menyatakan kotak hitam pesawat Azerbaijan Airlines (AZAL) yang jatuh di Kazakhstan barat pada akhir Desember sedang dalam proses penguraian data (dekode) ((Antara))