Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran di Lepas Pantai Sri Lanka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal Selam Kapal Selam

Ntvnews.id, Taheran - Sebuah kapal selam milik Amerika Serikat (AS) menenggelamkan kapal perang Iran di perairan lepas pantai Sri Lanka. Serangan torpedo tersebut menewaskan sedikitnya 87 pelaut, sementara puluhan lainnya dilaporkan hilang.

Dilansir dari AFP, Kamis, 5 Maret 2026, insiden itu terjadi di tengah meluasnya konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran di kawasan Timur Tengah.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo," ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kepada wartawan di Washington.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai "kematian senyap" dan menyatakan bahwa ini merupakan penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II. "Seperti dalam perang itu," kata Hegseth, "kita berjuang untuk menang."

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Gabungan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Orang

Angkatan laut Sri Lanka menemukan 87 jenazah pelaut di perairan dekat kota Galle, sementara 61 lainnya masih belum ditemukan, menurut keterangan polisi dan pejabat pertahanan setempat. "Pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya," ujar seorang pejabat angkatan laut kepada AFP tanpa menyebutkan identitasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath menyampaikan bahwa pasukan negaranya berhasil menyelamatkan 32 pelaut dari fregat Iran IRIS Dena yang mengalami kerusakan parah. Banyak di antara korban selamat mengalami luka-luka dan kini dirawat di Galle.

Kapal tersebut sempat mengirim sinyal darurat saat fajar, namun telah sepenuhnya tenggelam ketika tim penyelamat tiba sekitar satu jam kemudian, hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut, jelas juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath.

Fregat itu diketahui baru saja mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam, India timur. Serangan terjadi sekitar 40 kilometer di selatan Galle, menurut angkatan laut setempat.

Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.) (Antara)

Hingga kini, Iran belum memberikan tanggapan resmi atas insiden tersebut. Duta Besar Iran untuk Kolombo, Alireza Delkhosh, juga belum dapat dihubungi untuk memberikan pernyataan.

Sampath menegaskan bahwa respons Sri Lanka terhadap sinyal darurat tersebut sesuai dengan kewajiban maritim internasional.

"Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," kata Sampath kepada AFP.

Baca Juga: Kalau Perang Iran Makin Parah, DPR Minta TKI Dievakuasi

Sri Lanka menyatakan tetap bersikap netral dan terus menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog. Negara itu memiliki lebih dari satu juta warga yang bekerja di Timur Tengah, yang menjadi salah satu sumber devisa utama, terutama setelah krisis ekonomi berat pada 2022.

Baik angkatan laut maupun angkatan udara Sri Lanka menyatakan tidak akan mempublikasikan rekaman operasi penyelamatan karena melibatkan militer negara lain. Aparat kepolisian juga meningkatkan pengamanan di sekitar rumah sakit Galle saat korban luka asal Iran dirawat di sana.

x|close