Rosan Ungkap Pemerintah Kaji Dampak Konflik AS-Israel dan Iran Terhadap Peluang Investasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 22:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. (ANTARA/Andi Firdaus) Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. (ANTARA/Andi Firdaus) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan pemerintah terus mencermati perkembangan eskalasi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, termasuk kemungkinan munculnya peluang investasi baru di tengah situasi global yang tidak menentu.

Menurut Rosan, setiap dinamika internasional tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka ruang kesempatan yang dapat dimanfaatkan Indonesia, baik di sektor investasi maupun perdagangan.

"Setiap kejadian kita bisa melihat dari angle yang berbeda. Apakah ini justru membuat ada opportunity baru baik dari segi investasi, perdagangan, kita selalu melakukan pengkajian dampak-dampaknya secara keseluruhan," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menegaskan, pemerintah secara berkelanjutan mengevaluasi perkembangan global dari berbagai sisi, mulai dari arus investasi, ketahanan ekonomi nasional, hingga stabilitas sektor strategis lainnya. Koordinasi lintas kementerian pun diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meski di tengah tekanan eksternal.

Rosan menilai peran investasi sangat signifikan dalam menopang perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim usaha, menjaga disiplin fiskal, mendorong peningkatan ekspor, serta memastikan proyek-proyek strategis berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Menlu: Indonesia Hubungi AS dan Iran, Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Terkait langkah antisipatif, ia menyebut pembahasan dilakukan bersama kementerian teknis dan lembaga terkait untuk menyusun berbagai skenario, baik jangka pendek maupun menengah.

"Yang pasti kita kaji itu semua, mungkin dalam hal ini dari segi investasi, ketahanan ekonomi dan lain-lain," jelasnya.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu sore, 4 Maret 2026, untuk mengikuti rapat terbatas yang membahas isu pangan, energi, serta agenda selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.

Sejumlah menteri yang telah hadir hingga pukul 16.00 WIB antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan

, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rosan Perkasa Roeslani, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto.

Beberapa menteri yang tiba menyampaikan bahwa mereka akan memberikan laporan kepada Presiden sesuai dengan lingkup tugas masing-masing dalam rapat tersebut.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Jadi Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran

(Sumber: Antara)

x|close