Ntvnews.id, Teheran - Jumlah korban jiwa akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dilaporkan terus bertambah. Kantor berita Tasnim, mengutip Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs, melaporkan total korban tewas telah mencapai 1.045 orang.
Namun, angka tersebut berbeda dengan data yang disampaikan Bulan Sabit Merah Iran. Pada Selasa, 3 Maret 2026 waktu setempat, lembaga kemanusiaan itu menyatakan korban meninggal akibat serangan AS-Israel terhadap Iran berjumlah 787 orang.
Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan para korban terdiri dari warga sipil maupun personel militer.
Serangan tersebut bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan rangkaian serangan ke sejumlah titik strategis di Iran, termasuk di Teheran. Laporan setempat menyebutkan terjadi kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban sipil.
Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Warga berkumpul untuk upacara pemakaman massal bagi siswa dan anggota staf yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel terhadap sebuah sekolah di Minab, provinsi Hormozgan, Iran. (Antara)