Ntvnews.id, Teheran - Iran menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan menegaskan akan melanjutkan permusuhan yang terjadi di antara kedua negara.
Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
"Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tak ada alasan untuk berunding," katanya dalam siaran televisi.
Menurut Mokhber, Iran memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi konflik bersenjata, merujuk pada Perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun. Ia menilai pengalaman tersebut menjadi modal bagi negaranya untuk tetap bertahan dalam situasi perang.
Baca Juga: PM Kanada Dukung Serangan AS dan Israel ke Iran dengan Rasa Sesal
"Pengalaman sejarah menunjukkan kami tak takut perang, kami tak gentar melanjutkannya," katanya.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tidak akan tinggal diam atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan itu menyasar sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dan dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menyerang sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, serta gedung pernikahan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Mereka menyebut jumlah korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang.
Baca Juga: Kalau Perang Iran Makin Parah, DPR Minta TKI Dievakuasi
(Sumber: Antara)
Seorang pria berduka di atas peti jenazah selama upacara pemakaman massal untuk siswa dan staf yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel di sebuah sekolah di Minab, provinsi selatan Hormozgan, Iran, Selasa, 3 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/HO-Mehr News Agency/aa. (Antara)