Bank Jakarta Siapkan 4 Strategi Wujudkan Jakarta Inklusif dan Terkoneksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 23:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Agus H. Widodo di Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan JFF Agus H. Widodo di Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan JFF (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif dan terkoneksi. Melalui empat strategi utama, Bank Jakarta berupaya memperkuat ekosistem pembangunan yang mampu menghubungkan warga, pelaku usaha, investor, dan pemerintah dalam satu jaringan yang saling mendukung.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Agus H. Widodo saat menjadi pembicara dalam Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan yang merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Agus, masa depan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh kemegahan infrastruktur, tingginya gedung pencakar langit, atau pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Lebih penting dari itu, sebuah kota modern harus mampu menciptakan keterhubungan yang kuat antar seluruh elemen yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Bank Jakarta XPORIA 2026 di Balai Kota, Bangun Ekosistem Ekonomi

"Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat," ujarnya.

Agus menjelaskan, jika MRT Jakarta berfungsi sebagai sistem penggerak mobilitas perkotaan, Transjakarta menjadi tulang punggung transportasi publik, dan PAM Jaya mengelola layanan air bersih, maka Bank Jakarta menargetkan diri sebagai Financial Operating System yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi dan pembangunan di Jakarta.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Bank Jakarta telah menyiapkan empat strategi prioritas yang akan menjadi fondasi pembangunan ekonomi perkotaan di masa depan.

Pertama, financial inclusion atau inklusi keuangan dengan memastikan seluruh warga Jakarta dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan digital.

"Faktanya masih banyak warga Jakarta yang belum masuk ke dalam sistem keuangan formal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan," katanya.

Strategi kedua adalah mendorong pertumbuhan UMKM. Agus menegaskan bahwa dukungan kepada pelaku usaha tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga dengan membantu mereka masuk ke ekosistem digital, memperluas akses pasar, serta memperkuat rantai pasok.

"UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan," ujarnya.

Selanjutnya, Bank Jakarta akan memperkuat program housing inclusion atau akses pembiayaan perumahan. Menurut Agus, salah satu tantangan terbesar generasi muda Jakarta saat ini adalah memiliki rumah yang terjangkau.

Baca Juga: Bank Jakarta XPORIA 2026 di Balai Kota Disambut Antusias ASN hingga UMKM

"Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta," kata dia.

Lalu strategi keempat adalah investment enablement dengan membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Agus menilai kota global tidak dapat dibangun hanya mengandalkan APBD, melainkan membutuhkan investasi yang kuat dan berkelanjutan.

"Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota," ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya prinsip no one left behind dalam setiap proses transformasi digital dan pembangunan kota. Menurutnya, modernisasi dan kemajuan teknologi harus mampu memperluas kesempatan bagi seluruh warga, termasuk pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, hingga keluarga muda yang sedang berjuang memiliki rumah pertama.

"Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal," katanya.

Ia menambahkan, peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kini telah berkembang dari sekadar menjalankan usaha menjadi penggerak ekosistem pembangunan yang mampu memperluas kesempatan bagi masyarakat.

"Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan," ujar Agus.

Melalui visi tersebut, Bank Jakarta berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang tangguh, cerdas, kompetitif secara global, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya.

x|close