Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, memastikan hingga Rabu, 4 Maret 2026, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada situasi keamanan dan operasional penerbangan di wilayah UEA.
Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di UEA tetap dalam keadaan kondusif dan terkendali, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan.
“Sejauh ini kami memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban. KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman,” kata Judha di Abu Dhabi, Rabu, 4 Maret 2026.
Ketegangan regional tersebut berdampak pada penutupan sementara wilayah udara di sejumlah negara kawasan sejak 28 Februari 2026, sebagai langkah antisipatif atas meningkatnya situasi keamanan.
Penutupan itu memicu gangguan penerbangan internasional dan menyebabkan sejumlah penumpang tertahan di berbagai bandara di UEA.
Perwakilan RI di UEA telah melakukan pendataan terhadap WNI yang terdampak langsung gangguan penerbangan.
Baca Juga: Infografik: Kemlu Sediakan Kontak Darurat bagi WNI di Tengah Konflik Timur Tengah
Hingga saat ini, sedikitnya 41 WNI tercatat mengalami keterlambatan atau tertahan perjalanan sejak kebijakan penutupan wilayah udara diberlakukan. Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena kemungkinan adanya WNI yang belum melapor.
“Kami mengimbau bagi WNI yang terdampak dan belum melapor agar segera menghubungi KBRI Abu Dhabi atau KJRI Dubai sehingga dapat difasilitasi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan perlindungan, KBRI Abu Dhabi
Upaya ini dilakukan agar setiap WNI memperoleh informasi yang akurat, akses bantuan, serta alternatif perjalanan jika penerbangan kembali dibuka secara bertahap.
Menurut Judha, sebagian WNI yang terdampak merupakan penumpang transit maupun pelaku perjalanan yang penerbangannya dibatalkan atau dijadwalkan ulang akibat situasi keamanan kawasan.
Baca Juga: 36 WNI Terdampak Gangguan Penerbangan di UEA, KBRI Siapkan Pendampingan dan Opsi Repatriasi
Selain pendataan, perwakilan RI juga membantu komunikasi dengan maskapai dan memberikan pendampingan logistik maupun informasi perjalanan lanjutan bagi WNI yang membutuhkan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan regional melalui koordinasi dengan otoritas UEA dan jaringan diplomatik di kawasan.
Masyarakat Indonesia, baik di dalam negeri maupun yang memiliki keluarga di UEA, diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami memahami kekhawatiran yang muncul akibat situasi ini. Namun masyarakat tidak perlu panik. Kondisi di lapangan tetap terkendali dan kami optimistis situasi akan segera mereda,” kata Judha.
Pemerintah UEA disebut telah mengambil langkah pencegahan dan pengamanan, termasuk peningkatan kewaspadaan, pengaturan operasional penerbangan secara bertahap, serta koordinasi lintas lembaga guna menjaga stabilitas dan keselamatan publik.
Sejalan dengan itu, perwakilan RI terus memperkuat komunikasi dengan komunitas WNI dan mengimbau agar seluruh warga negara mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat serta mematuhi imbauan keamanan yang berlaku.
(Sumber: Antara)
Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha. (ANTARA/HO-KBRI Abu Dhabi) (Antara)