PBB Waspadai ‘Front Baru’ di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
UN Secretary-General Antonio Guterres. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi/pri. UN Secretary-General Antonio Guterres. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan kekhawatirannya atas meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah, terutama potensi munculnya ‘front baru’ konflik pada Selasa, 3 Maret 2026.

Istilah tersebut merujuk pada meluasnya pertempuran ke wilayah atau pihak lain di luar area utama sebelumnya.

"Mengenai situasi di Timur Tengah, saya dapat mengatakan dan ini tentu tidak mengejutkan, bahwa Sekjen terus memantau perkembangan di kawasan itu dengan keprihatinan besar," kata juru bicaranya, Stephane Dujarric dalam konferensi pers, dikutip dari Anadolu, Kamis, 5 Maret 2026.

Dujarric menyebut jumlah korban sipil terus bertambah dan dampak kemanusiaan kian meluas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia pun mendesak perlindungan bagi warga sipil dan pekerja kemanusiaan, sembari menegaskan komitmen PBB untuk tetap memberikan bantuan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Gabungan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Orang

Menurutnya, kegiatan kemanusiaan terhambat oleh kondisi keamanan yang tidak stabil, terganggunya rantai pasok, serta penutupan wilayah udara. Mobilitas pekerja bantuan juga masih terbatas, sementara hukum humaniter internasional, tidak dapat ditawar.

Selain itu, Dujarric mengingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian global yang masih bergantung pada energi fosil.

Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dal <b>(Antara)</b> Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dal (Antara)

Menanggapi laporan dugaan serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan yang menewaskan lebih dari 160 siswi dalam serangan AS-Israel, Dujarric menegaskan bahwa tidak ada kata yang cukup untuk mengecam kematian anak-anak.

Baca Juga: Kalau Perang Iran Makin Parah, DPR Minta TKI Dievakuasi

Ia juga menekankan bahwa jatuhnya korban anak dalam konflik adalah tragedi besar yang harus dikutuk keras dan diikuti dengan pertanggungjawaban atas korban sipil, baik dalam konflik ini maupun konflik lainnya.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu, yang dilaporkan menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

x|close