Ntvnews.id, Jakarta - Seorang penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengalami perlakuan tidak adil saat melakukan perjalanan udara setelah dikenakan biaya tambahan karena membawa tongkat bantu.
Melansir akun Instagram @kamibijak.id, Sabtu 25 April 2026, insiden ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap layanan maskapai serta sistem transportasi udara yang dinilai belum sepenuhnya ramah terhadap penyandang disabilitas.
Tongkat bantu yang dibawa korban merupakan alat mobilitas penting, yang secara regulasi seharusnya tidak dikategorikan sebagai bagasi berbayar.
View this post on Instagram
Kasus tersebut menambah daftar keluhan terkait rendahnya pemahaman dan implementasi kebijakan aksesibilitas di sektor transportasi.
Aktivis dan pemerhati disabilitas menilai, kejadian ini mencerminkan masih adanya diskriminasi sistemik, baik dari sisi aturan maupun pelaksanaannya di lapangan.
Baca Juga: 2 Pelajar SMK Taruna Bhakti Depok Bantu Perkuat Keamanan Sistem NASA
Pihak terkait pun didorong untuk segera memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi terhadap prosedur pelayanan yang berlaku, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas, terutama dalam layanan publik. Insiden ini diharapkan menjadi momentum perbaikan agar aksesibilitas tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar diterapkan secara nyata.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa komitmen terhadap layanan inklusif masih menjadi pekerjaan rumah, dan membutuhkan keterlibatan semua pihak agar tidak ada lagi kelompok rentan yang dirugikan.
Ilustrasi bandara