Ntvnews.id, Washington - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan Presiden AS Donald Trump lebih mengedepankan penyelesaian melalui jalur negosiasi dengan Iran dan menyerukan agar Teheran menerima kesepakatan yang telah ditawarkan Washington.
Hegseth mengatakan Presiden Trump telah menyampaikan sikapnya secara tegas kepada Iran terkait keinginan menyelesaikan ketegangan lewat diplomasi.
“Presiden telah menyatakan dengan jelas kepada Iran bahwa ia menginginkan penyelesaian melalui negosiasi. Saya pikir akan menjadi pilihan bijak bagi mereka untuk menerima tawaran tersebut,” kata Hegseth dalam pernyataannya pada Senin, 9 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa pendekatan diplomatik pemerintahan Trump ditopang oleh kekuatan militer Amerika Serikat yang disebutnya tidak tertandingi. Menurut Hegseth, kemampuan tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan.
Baca Juga: Israel Tegaskan Siap Serang Iran Tanpa Persetujuan AS
“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan, pencegahan dalam tindakan. Kami sudah keluar dari Iran bahkan sebelum Iran menyadari kami berada di sana. Tidak ada negara lain yang mampu melakukan hal itu,” ucapnya, merujuk pada serangan yang dilancarkan AS terhadap Iran selama perang 12 hari pada Juni lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah persiapan Iran dan Amerika Serikat untuk kembali menggelar putaran negosiasi berikutnya di Oman pada Jumat mendatang, 13 Februari 2026, setelah hampir delapan bulan proses dialog terhenti.
Sebelumnya, negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington terhenti akibat eskalasi konflik pada Juni lalu, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga lokasi nuklir utama Iran.
Baca Juga: Trump Klaim Dialog AS–Iran Berjalan Positif, Apa Itu?
(Sumber: Antara)
Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) (Antara)