Ntvnews.id, Moskow - Israel menyampaikan peringatan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa mereka siap melancarkan serangan secara mandiri terhadap Iran apabila ancaman terkait rudal balistik dinilai telah melampaui batas yang ditetapkan.
“Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip The Jerusalem Post, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurut laporan itu, para pejabat Israel menegaskan kepada mitra mereka di AS bahwa program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial bagi negara tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, niat Israel untuk menggagalkan pengembangan rudal Iran juga telah disampaikan kepada militer AS melalui berbagai jalur komunikasi.
Militer Israel disebut telah menyusun rencana operasional, termasuk sejumlah opsi serangan yang menyasar fasilitas-fasilitas utama produksi rudal Iran.
Baca Juga: Trump Nilai Serangan ke Iran Belum Diperlukan, Berbeda dengan Sikap Israel
Sementara itu, pada Jumat, 6 Februari 2026, perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Iran kembali digelar di Muscat, Oman, setelah sempat terhenti selama beberapa bulan. Perundingan tersebut dimediasi oleh Oman.
Pada Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” sedang bergerak menuju Iran. Ia juga menyampaikan harapan agar Teheran bersedia kembali bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya "adil dan seimbang".
Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan jauh lebih buruk dibandingkan serangan sebelumnya. Namun, Iran membantah memiliki dimensi militer dalam program nuklirnya.
Pada Juni, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan bahwa lembaganya belum menemukan bukti konkret yang menunjukkan Iran memiliki program senjata nuklir yang aktif.
Baca Juga: Iran Eksekusi Pria yang Dituding Jadi Mata-mata Israel
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri. (Antara)