Prabowo: Kalau Mereka Tak Mau Bayar dengan Harga yang Kita pasang, Ngga Usah Beli!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 17:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekayaan alam Indonesia yang selama ini banyak dibawa ke luar negeri, sementara penentuan harganya justru berada di tangan negara lain.

Prabowo menyebut Indonesia memiliki beragam komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, hingga karet. Namun, komoditas tersebut banyak diekspor dan harga jualnya ditentukan di luar negeri, termasuk melalui bursa komoditas negara lain.

Dalam pidatonya pada agenda Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat, 14 Agustus 2026, Prabowo menilai kondisi tersebut perlu segera diubah secara mendasar.

"Ini tidak masuk akal, saya tidak mengerti dimana diajarkan ilmu ekonomi seperti ini. Kita yang punya barang orang lain yang menentukan harganya," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Sebut 2026 Jadi Tahun Penuh Tantangan bagi Ekonomi Dunia

Anggota DPR RI termasuk Titiek Soeharto dari Fraksi Gerindra memberikan standing applause untuk Presiden Prabowo Subianto yang memaparkan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.  <b>(TV Parlemen)</b> Anggota DPR RI termasuk Titiek Soeharto dari Fraksi Gerindra memberikan standing applause untuk Presiden Prabowo Subianto yang memaparkan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Prabowo kemudian meminta pandangan para anggota parlemen mengenai kondisi tersebut. Ia mempertanyakan apakah pola pengelolaan kekayaan Indonesia seperti sekarang akan terus dipertahankan.

"Saya bertanya kepada wakil-wakil rakyat mau kita teruskan kondisi seperti ini?"

Para wakil rakyat yang hadir di Gedung Nusantara pun serentak memberikan jawaban, "Tidak!"

Respons tersebut kemudian disambut dengan seruan dari anggota parlemen, "Lawan..Kita lawan!"

Menanggapi dukungan tersebut, Prabowo meminta DPR ikut mendukung langkah pemerintah untuk mengubah kondisi pengelolaan kekayaan nasional.

"Keadaan ini harus diubah, saya minta dukungan DPR," tegasnya.

"Dan saya katakan di sini, saya yakin saudara-saudara mendukung saya, kalau mereka tidak mau membayar harga yang kita pasang, ngga usah beli! Lebih baik, komoditas itu, nikel itu, emas itu, semuanya biar di tanah untuk anak cucu kita." 

HIGHLIGHT

x|close