Trump Nilai Serangan ke Iran Belum Diperlukan, Berbeda dengan Sikap Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 10:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memandang bahwa opsi serangan militer terhadap Iran belum dibutuhkan pada saat ini, berbeda dengan pandangan Israel. Informasi tersebut disampaikan media Axios pada Selasa dengan mengutip pernyataan pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa sejumlah pejabat militer Israel, termasuk Kepala Staf Umum Eyal Zamir, baru-baru ini datang ke Washington untuk memberikan penjelasan situasi kawasan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine.

“Dapat dikatakan dengan aman bahwa tidak ada hasil dari pertemuan itu yang mengubah pandangan dia maupun presiden terkait serangan terhadap Iran … Sebenarnya Israel yang menginginkan serangan. Presiden sama sekali belum sampai ke titik itu,” kata seorang pejabat AS kepada Axios., dikurtip dari AFP, Rabu, 4 Februari 2026.

Pejabat senior AS lainnya juga menegaskan bahwa Trump benar-benar tidak ingin melakukannya.

Sejalan dengan itu, tiga penasihat Trump menilai bahwa peluncuran operasi militer pada saat ini justru akan menjadi langkah keliru. Salah satu penasihat bahkan menyebut banyak pihak di lingkaran dekat Trump bersikap skeptis terhadap opsi tersebut.

Baca Juga: Trump Sebut Putin Setuju Hentikan Serangan ke Ukraina Selama Sepekan

Penasihat lain menambahkan bahwa operasi militer hanya akan merusak kebijakan regional dan internasional yang tengah dijalankan Amerika Serikat.

Terkait kemungkinan perundingan antara AS dan Iran, para pejabat AS menyampaikan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinilai belum siap menerima syarat Washington dalam kesepakatan nuklir. Di sisi lain, Presiden Trump disebut masih berupaya mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Para pejabat tersebut juga membantah anggapan bahwa Trump mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk menemui Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai kedok bagi serangan mendadak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Sebelumnya, pada Senin, Axios melaporkan bahwa Witkoff dijadwalkan bertemu Araghchi pada Jumat guna membahas peluang kesepakatan nuklir.

Trump sendiri pada Januari lalu menyatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju Iran. Ia juga menegaskan harapannya agar Teheran bersedia berunding dan menyepakati perjanjian yang “adil dan seimbang”, termasuk komitmen untuk sepenuhnya meninggalkan senjata nuklir.

Presiden AS itu pun mengingatkan bahwa jika kesepakatan terkait program nuklir Iran gagal tercapai, maka setiap serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.

x|close