Ntvnews.id, Kyiv - Ukraina secara resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris pada Selasa, 2 Februari 2026. Kebijakan tersebut diumumkan Presiden Volodymyr Zelensky dalam pidato malam yang disampaikannya pada Jumat, 2 Februari 2026.
Keputusan ini diambil menyusul langkah Uni Eropa yang lebih dahulu memberikan label teroris kepada IRGC pada 29 Januari 2026.
“Uni Eropa telah sepakat untuk menetapkan salah satu organisasi utama rezim di Iran, yang disebut Korps Garda Revolusi Islam, sebagai organisasi teroris,” ujar Zelensky, dikutip dari Kyiv Independent, Selasa, 3 Januari 2026.
Baca Juga: Soal Rencana Pertemuan Prabowo dengan Trump, Seskab: Sedang Dibahas
“Di Ukraina, kami telah mengambil keputusan ini sebelumnya dan telah secara resmi menetapkan organisasi ini sebagai teroris, dan bagi kami isu ini sudah selesai,” tambahnya.
Dengan keputusan tersebut, IRGC kini secara resmi tercantum dalam daftar organisasi teroris Ukraina, sebagaimana tercatat dalam portal resmi Dinas Keamanan Ukraina (SBU).
Garda Revolusi Iran dikenal sebagai unit elite militer yang dibentuk pasca Revolusi Iran 1979 dan selama ini berperan sebagai kekuatan utama dalam menjaga ideologi serta sistem pemerintahan Iran.
Sebelumnya, organisasi ini juga telah ditetapkan sebagai entitas teroris oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Kendaraan-kendaraan yang rusak selama kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, Rabu, 21 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. (Antara)
Penetapan oleh Ukraina dan Uni Eropa berlangsung di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap tindakan keras aparat Iran dalam merespons demonstrasi anti-rezim yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Aksi kekerasan tersebut dilaporkan telah menewaskan ribuan pengunjuk rasa.
“Dunia melihat apa yang terjadi di Iran, berapa banyak orang yang dibunuh, dan bagaimana rezim Iran berkontribusi terhadap penyebaran perang dan kekerasan di kawasan serta dunia,” ujar Zelensky.
Selain itu, Zelensky juga mengaitkan langkah tersebut dengan dukungan militer Iran kepada Rusia dalam konflik Ukraina, terutama melalui pasokan drone Shahed yang digunakan dalam serangan udara ke wilayah Ukraina.
“Ukraina tidak melupakan ribuan drone Shahed yang menyerang kota dan desa kami, rakyat kami,” tambahnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)