SPPG Purwosari Bantah Kabar Siswi SMAN 2 Kudus Meninggal Terkait MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 14:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Petugas tengah memorsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 23 September 2025. ANTARA/Risky Syukur/aa. (Antara) Ilustrasi - Petugas tengah memorsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 23 September 2025. ANTARA/Risky Syukur/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Kudus – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rizza Meiliana Azzahara, akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kabar bohong.

"Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks," tegas Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, pada Senin, 2 Februari 2026.

Nasihul menjelaskan bahwa Rizza telah menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 sekolah menengah pertama. Kondisi tersebut mengharuskan yang bersangkutan menjalani perawatan intensif, termasuk kemoterapi secara rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat mengikuti aktivitas sekolah dalam waktu terbatas, yakni menjelang pelaksanaan tes pada November 2025. Selebihnya, ia tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan.

Baca Juga: BGN Koordinasi Lintas Kementerian Jaga Stabilitas Harga Bahan MBG Jelang Ramadhan

"Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang," lanjutnya.

Ia menambahkan, sejak Januari 2025, Rizza tercatat tidak pernah kembali masuk sekolah. Dengan kondisi tersebut, secara administratif yang bersangkutan tidak termasuk sebagai penerima paket Program Makan Bergizi Gratis.

"Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket MBG," kata Nasihul.

Nasihul pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan kabar yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih jika menyangkut kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Baca Juga: Kepala BGN: Presiden Prabowo Tekankan Kualitas dan Keamanan Program MBG

x|close