Ntvnews.id, Kyiv - Invasi militer Rusia yang terus berlangsung terhadap Ukraina dilaporkan telah menimbulkan hampir dua juta korban di kalangan militer, baik yang tewas, terluka, maupun hilang. Jumlah tersebut mencakup kerugian personel dari kedua pihak selama konflik yang telah berlangsung sekitar empat tahun.
Dilansir dari AFP, Kamis, 29 Januari 2026, laporan itu merujuk pada hasil studi lembaga pemikir asal Amerika Serikat, Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang dipublikasikan pada Selasa, 27 Januari 2026 waktu setempat.
Baik Rusia maupun Ukraina diketahui tidak secara rutin mempublikasikan data resmi terkait jumlah tentara yang gugur atau terluka selama perang.
Menurut temuan CSIS, Rusia menanggung porsi kerugian terbesar. Diperkirakan sekitar 325.000 personel militer Rusia tewas dari total sekitar 1,2 juta korban militer sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
"Tidak ada kekuatan besar yang memikul jumlah korban atau kematian sebanyak ini dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II," tulis CSIS dalam laporannya.
Baca Juga: DK PBB Gelar Sidang Darurat Bahas Ukraina Usai Serangan Besar-besaran Rusia
Di sisi lain, pasukan Ukraina juga mengalami kerugian signifikan. Laporan CSIS mencatat sekitar 500.000 hingga 600.000 korban militer dari pihak Ukraina sepanjang perang, termasuk sedikitnya 100.000 hingga 140.000 personel yang tewas dalam periode Februari 2022 hingga Desember 2025.
"Jumlah korban gabungan Rusia dan Ukraina mungkin mencapai 1,8 juta personel dan bisa mencapai total dua juta korban militer pada musim semi tahun 2026," demikian pernyataan CSIS.
Pada Februari 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan kepada televisi Amerika bahwa negaranya telah kehilangan hampir 46.000 tentara sejak konflik dimulai pada 2022. Namun, sejumlah analis menilai angka tersebut masih terlalu rendah.
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)
Zelensky juga menyebutkan bahwa puluhan ribu prajurit lainnya dinyatakan hilang atau ditahan oleh pihak Rusia.
Sementara itu, layanan Rusia dari media BBC dan Mediazona, yang mengandalkan data publik seperti pengumuman kematian, mengidentifikasi lebih dari 163.000 tentara Rusia yang tewas selama empat tahun perang. Meski demikian, kedua media itu mengakui bahwa jumlah riil kemungkinan lebih besar.
Selain korban militer, perang yang terus berlanjut di Ukraina juga menimbulkan dampak besar bagi warga sipil. Pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat angka kematian warga sipil di Ukraina pada 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kecuali pada 2022.
Baca Juga: AS Nilai Ukraina Tak Menargetkan Putin dalam Insiden Serangan Drone
Data dari Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) menyebutkan lebih dari 2.500 warga sipil tewas dan lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka sepanjang 2025 akibat konflik tersebut.
Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB menegaskan bahwa pihaknya telah memverifikasi hampir 15.000 kematian warga sipil sejak 2022, meski jumlah keseluruhan korban sipil disebut "kemungkinan jauh lebih tinggi".
Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. (Antara)