Ntvnews.id,Washington D.C - Pejabat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa Ukraina tidak mengarahkan serangan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin maupun salah satu kediamannya dalam insiden serangan drone yang terjadi baru-baru ini. Kesimpulan tersebut dilaporkan The Wall Street Journal pada Rabu, 31 Desember 2025.
Mengutip seorang pejabat AS yang menerima pengarahan intelijen, laporan itu menyebutkan penilaian tersebut diperkuat oleh Badan Intelijen Pusat (CIA), yang tidak menemukan indikasi adanya upaya penyerangan terhadap Putin.
Menurut pejabat AS tersebut, Ukraina sejatinya menargetkan objek militer yang sebelumnya juga pernah diserang Kyiv. Sasaran itu memang berada di kawasan yang sama dengan kediaman Putin di wilayah pedesaan, namun lokasinya tidak berdekatan secara langsung.
Baca Juga: Presiden Tajikistan Kecam Serangan Drone Ke Kediaman Vladimir Putin
Dilansir dari Anadolu, Jumat, 2 Januari 2026, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada Selasa menyatakan Rusia tidak mampu menunjukkan bukti yang meyakinkan untuk mendukung klaim dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman presiden di wilayah Novgorod.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu juga tampak meremehkan pernyataan Rusia terkait upaya serangan yang diklaim berhasil digagalkan. Ia membagikan tautan editorial New York Post di platform Truth Social dengan judul, “Putin ‘attack’ bluster shows Russia is the one standing in the way of peace.”
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)
Trump dilaporkan sempat menyampaikan kekhawatirannya mengenai insiden tersebut dalam percakapan dengan Putin. Namun demikian, ia kemudian mengakui adanya kemungkinan bahwa serangan itu “tidak terjadi.”
Saat ditanya apakah AS memiliki konfirmasi bahwa serangan tersebut benar-benar berlangsung, Trump mengatakan pada Minggu, berdampingan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, "Anda mengatakan mungkin serangan itu tidak terjadi, itu juga mungkin, saya kira, tetapi Presiden Putin mengatakan kepada saya pagi ini bahwa itu terjadi."
Zelensky membantah tudingan tersebut. Ia menilai tuduhan itu dimaksudkan untuk“merusak seluruh capaian dari upaya diplomatik bersama kami dengan tim Trump serta membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa (Antara)