Ntvnews.id, Kyiv - Kremlin menilai insiden serangan drone yang dituding berasal dari Ukraina dan menyasar salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod sebagai sebuah aksi teroris. Meski demikian, Moskow menegaskan tidak akan mempublikasikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Pemerintah Ukraina membantah keras tuduhan itu. Otoritas Kyiv menyatakan tidak ada bukti yang masuk akal terkait serangan drone ke kediaman Putin. Presiden Volodymyr Zelensky bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai tuduhan palsu yang sengaja dilontarkan Rusia untuk mengacaukan proses perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari AFP, Kamis, 1 Januari 2025, dalam pernyataan resminya Kremlin menyebut pihaknya mengategorikan dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Putin sebagai aksi teroris sekaligus serangan personal terhadap Putin.
Baca Juga: Kremlin Sebut Upaya Serangan Kiev ke Kediaman Putin Sebagai Aksi Teror
Namun, Kremlin menyatakan tidak akan membuka bukti atas peristiwa itu dengan alasan seluruh drone telah berhasil ditembak jatuh. Kremlin juga menilai upaya Ukraina dan media Barat yang menyangkal kejadian tersebut sebagai sesuatu yang gila.
"Saya rasa tidak perlu ada bukti jika serangan drone besar-besaran seperti itu terjadi, yang, berkat kerja sama yang baik dari sistem pertahanan udara, telah ditembak jatuh," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan dalam sambungan telepon.
Peskov menambahkan, Rusia akan mengambil sikap yang lebih keras dalam negosiasi untuk mengakhiri perang Ukraina pascainsiden tersebut. Moskow juga mengklaim militernya telah menentukan “bagaimana, kapan, dan di mana” pembalasan akan dilakukan.
Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. (Antara)
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menuding Rusia dengan sengaja melontarkan tuduhan tidak berdasar demi memanipulasi proses perdamaian yang sedang berjalan.
"Hampir sehari berlalu, dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal atas tuduhan mereka tentang dugaan 'serangan terhadap kediaman Putin' oleh Ukraina. Dan mereka tidak melakukannya. Karena memang tidak ada. Tidak ada serangan seperti itu yang terjadi," tegas Sybiga pada Selasa. 30 Desember 2025.
Zelensky juga menegaskan bahwa para sekutu Ukraina memiliki kemampuan teknis untuk memastikan bahwa klaim Rusia tersebut tidak benar.
"Mengenai serangan di Valdai, tim negosiasi kami telah terhubung dengan tim Amerika, mereka telah membahas detailnya, dan kami memahami bahwa itu palsu. Dan, tentu saja, mitra-mitra kami selalu dapat memverifikasi berkat kemampuan teknis mereka bahwa itu adalah palsu," ujar Zelensky.
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)