Ntvnews.id, Warsawa - Presiden Polandia Karol Nawrocki menegaskan bahwa Rusia beserta para pemimpinnya akan terus menjadi ancaman jangka panjang bagi kawasan Eropa Tengah dan Timur, tanpa memandang perubahan sistem politik yang terjadi di Moskow.
Pernyataan tersebut disampaikan Nawrocki dalam konferensi pers bersama di Vilnius, ibu kota Lithuania, pada Minggu waktu setempat. Acara itu turut dihadiri Presiden Lithuania Gitanas Nauseda dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Dalam kesempatan tersebut, Nawrocki menilai bahwa peringatan negara-negara di kawasan terhadap Rusia kini terbukti kebenarannya.
“Kebijakan yang mendukung ‘reset’ hubungan dengan Federasi Rusia memang mulai menghilang, tetapi satu hal tetap tidak berubah: entah itu Rusia era Tsar, Rusia Bolshevik, atau Rusia di bawah Vladimir Putin, negara-negara kami yang kini merdeka tetap menghadapi ancaman yang sama dari Federasi Rusia,” kata Nawrocki, seperti dikutip dari TVP World, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga: Memanas! Polandia Kerahkan Jet Tempur Cegat Pesawat Pengintai Rusia
Ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa Tengah dan Timur tidak salah dalam menilai bahaya yang datang dari Rusia, meskipun sebelumnya banyak negara Eropa Barat lebih memusatkan perhatian pada isu perubahan iklim atau kebijakan imigrasi.
Pertemuan ketiga pemimpin tersebut digelar dalam rangka memperingati pemberontakan Januari 1863 melawan kekuasaan Rusia. Pemberontakan itu merupakan upaya yang gagal untuk memulihkan Persemakmuran Polandia–Lithuania dan akhirnya dipatahkan oleh pasukan Tsar setahun kemudian.
Menurut Nawrocki, peristiwa sejarah tersebut tetap memiliki arti simbolis hingga saat ini sebagai kemenangan moral yang menjaga identitas nasional serta menyampaikan pesan bahwa “menyerah bukanlah pilihan”.
Kremlin (( (Antara (Xinhua) ))
Ia menilai pelajaran sejarah tersebut masih relevan di tengah situasi global yang kembali ditandai oleh kebangkitan agresi bergaya imperial.
Dalam kesempatan yang sama, Nawrocki juga menyoroti penguatan kerja sama pertahanan di kawasan. Ia memuji rencana Lithuania untuk menaikkan anggaran militernya hingga 5,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), angka yang bahkan melampaui alokasi Polandia.
Baca Juga: NATO Resmi Gelar Operasi Eastern Sentry Usai 19 Drone Rusia Langgar Udara Polandia
“Polandia mengalokasikan hampir 5 persen dari PDB untuk pengembangan angkatan bersenjata. Kami memiliki militer terkuat di kawasan, dengan lebih dari 200.000 prajurit. Karena itu, saya sangat mengapresiasi langkah Lithuania,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nawrocki menyampaikan bahwa pasukan Polandia nantinya dapat melakukan latihan di kawasan militer baru Lithuania yang berada di dekat Celah Suwalki. Koridor sempit di antara eksklave Rusia Kaliningrad dan Belarusia itu kerap dipandang sebagai salah satu titik paling rawan dalam potensi konflik di masa depan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk. (ANTARA)