Pakar ITB Bagikan Tips Mudik Hemat Energi saat Lebaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 18:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kendaaan pemudik melintas di Jalan Tol Semarang-Solo, Boyolali, Jawa Tenga. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wpa/am. Ilustrasi - Kendaaan pemudik melintas di Jalan Tol Semarang-Solo, Boyolali, Jawa Tenga. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wpa/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perjalanan mudik Lebaran dapat dilakukan lebih hemat energi apabila pengendara memperhatikan gaya berkendara, kondisi kendaraan, serta perencanaan perjalanan yang matang. Prinsip utama penghematan energi adalah mengurangi energi yang terbuang dari berbagai sumber selama perjalanan.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan energi kendaraan banyak terbuang, yaitu gaya mengemudi yang agresif, hambatan dari ban serta gesekan kendaraan dengan permukaan jalan, dan tambahan beban yang dibawa kendaraan.

Selain itu, pengemudi juga perlu mengatur rute perjalanan dan waktu keberangkatan agar konsumsi energi lebih efisien.

"Mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yang tidak diantisipasi akan membuat konsumsi energi meningkat signifikan," ujar Yannes ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Baca Juga: Mudik Lebaran Lebih Hemat dengan Mobil Listrik, Geely Bagikan Tips dan Program Semarak Lebaran

Ia menambahkan bahwa kondisi lalu lintas yang tidak diperkirakan sebelumnya sehingga memicu pola berkendara stop-and-go juga dapat memperburuk efisiensi penggunaan bahan bakar.

“Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15-30 persen di jalan tol dan 10-40 persen pada kondisi lalu lintas padat,” kata dia.

Untuk itu, persiapan sebelum melakukan perjalanan menjadi hal penting guna menekan konsumsi bahan bakar.

Pengemudi disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi prima melalui servis berkala, mengganti oli sesuai jadwal, serta menjaga filter udara tetap bersih agar mesin bekerja optimal.

Selain itu, tekanan ban juga perlu diperiksa sebelum perjalanan dimulai.

Tekanan ban sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan saat kondisi ban masih dingin.

"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros".

Rolling resistance merupakan hambatan yang muncul ketika ban kendaraan bergulir di permukaan jalan, sehingga mesin membutuhkan energi tambahan agar kendaraan tetap bergerak.

Secara sederhana, fenomena ini terjadi karena ban tidak sepenuhnya kaku.

Saat menyentuh permukaan jalan, bentuk ban sedikit berubah akibat tekanan, kemudian kembali ke bentuk semula saat berputar. Proses perubahan bentuk tersebut membuat sebagian energi terbuang dalam bentuk panas.

Selama perjalanan, pengemudi dianjurkan menjaga gaya berkendara yang stabil dengan melakukan akselerasi secara bertahap serta mempertahankan kecepatan konstan.

Jika kendaraan memiliki fitur cruise control, fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga kestabilan kecepatan.

Baca Juga: Ini Tips Mudik Lebaran Aman Menggunakan Mobil Listrik

Pada perjalanan di jalan tol, sedikit menurunkan kecepatan juga dapat membantu menghemat energi karena konsumsi bahan bakar meningkat tajam pada kecepatan tinggi.

Sementara itu, ketika menghadapi kemacetan, pengemudi disarankan mengurangi agresivitas berkendara dan menghindari mesin menyala terlalu lama tanpa kendaraan bergerak.

"Terakhir, kurangi beban bawaan tidak perlu di bagasi, hindari penggunaan roof rack kosong yang meningkatkan hambatan kendaraan," jelas Yannes.

(Sumber: Antara)

x|close