Ntvnews.id, Jakarta - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, mengungkap kronologi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Menurut Dimas, berdasarkan kronologi yang dihimpun KontraS, beberapa hari sebelum kejadian Andrie menerima sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026. Sebagian nomor tersebut diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus layanan m-banking.
Pada hari kejadian, Andrie Yunus beraktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 15.30 WIB ia berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng untuk menghadiri sebuah pertemuan.
Setelah agenda tersebut, sekitar pukul 19.45 WIB Andrie Yunus melanjutkan aktivitasnya dengan menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng. Di tempat itu ia melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin, dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
Perekaman siniar selesai sekitar pukul 20.00 WIB, namun Andrie Yunus masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu, ia sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum pulang menggunakan sepeda motor.
Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus melintas di Jalan Salemba I dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning. Saat melintasi kawasan Talang, ia melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah dari kejauhan.
Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang. Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.
Baca Juga: KontraS Mau Revisi KUHAP Atur Pengujian Penyadapan, Penangkapan dan Penahanan
Baca Juga: KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus
Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie Yunus, terutama mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.
Menurut keterangan KontraS, Andrie Yunus sempat berteriak meminta pertolongan sambil berteriak, “Ahh Panas, Panas, Panas” kemudian kembali berteriak “Air Keras, Air Keras,” hingga warga sekitar berdatangan ke lokasi.
Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban dilaporkan meleleh. Dalam kondisi kesakitan, Andrie masih sempat mengambil sepeda motor dan tasnya sebelum meninggalkan pakaian yang rusak di lokasi kejadian. Sementara itu, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.
Saat melarikan diri, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 23.38 WIB, Andrie Yunus kembali mengendarai sepeda motornya menuju rumah kontrakan di kawasan Menteng melalui jalan belakang.
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Rekaman Podcast di Kantor YLBHI (ISTIMEWA)