Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dilakukan tiga remaja terhadap seorang pelajar di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.
Kasus kekerasan ini menyita perhatian publik setelah rekamannya viral di media sosial dan kini resmi memasuki tahap penanganan hukum.
Pramono menegaskan, tindakan penyiraman air keras merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku.
"Siapapun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas. Enggak ada kompromi untuk itu," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.
Pelaku Penyiraman Air Keras Sesama Pelajar di Cempaka Putih (Instagram)
Baca Juga: Polisi Ringkus 3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Cempaka Putih
Sementara, tiga pelajar pelaku penyiraman air keras yang sempat terekam berboncengan sepeda motor tersebut kini telah berhasil diamankan oleh aparat Polres Metro Jakarta Pusat.
"Iya sudah ditangkap," kata dia dalam keterangannya yang dilansir pada Senin, 9 Februari 2026.
Roby menjelaskan bahwa dari tiga pelaku, dua di antaranya masih berusia di bawah umur. Penanganan kasus kemudian dilimpahkan kepada Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat mengingat pelakunya merupakan anak-anak.
"Dua di bawah umur," katanya.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)