Target 804 SPPG di Jakarta, 475 Sudah Beroperasi: Program MBG Kian Masif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 15:33
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono dan Dadan Hindayana Pramono dan Dadan Hindayana (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta menunjukkan progres signifikan. Dari total target 804 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan, saat ini 475 SPPG telah resmi beroperasi, atau sekitar 60 persen dari keseluruhan target.

Perkembangan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana usai melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama Pramono Anung di Balai Kota DKI. Kerja sama tersebut menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat sinergi penyelenggaraan program MBG di ibu kota.

Menurut Dadan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Jakarta berjalan optimal berkat dukungan infrastruktur dan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah.

"Dari awalnya target 804 SPPG yang harus dibangun, sekarang sudah operasional adalah 475 SPPG, 60 persen dari target. Dan dalam proses persiapan itu berjumlah 566," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga: BGN Beberkan Hasil Lab Kasus Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus

Ia menambahkan, kemudahan akses infrastruktur di Jakarta menjadi salah satu faktor utama percepatan realisasi program ini. Dengan sistem distribusi yang tertata dan dukungan lintas sektor, penyelesaian target diproyeksikan rampung dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan tuntas pada bulan Mei.

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Meski tingkat pendidikan warga Jakarta relatif baik, perhatian terhadap asupan gizi tetap menjadi prioritas utama.

Dadan Hindayana dan Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Dadan Hindayana dan Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

"Agar anak-anak yang dalam kandungan, kemudian yang 1.000 hari pertama kehidupan makin cerdas. Dan untuk yang tumbuh dari 8 sampai 18 tahun akan mendapatkan pertumbuhan fisik yang jauh lebih baik dan saya kira ini perlu kita pertahankan," ungkapnya.

Pemenuhan gizi yang optimal pada fase-fase tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan fisik yang lebih baik serta meningkatkan kecerdasan anak. Dengan cakupan SPPG yang semakin luas, manfaat program ini diharapkan semakin terasa secara nyata di masyarakat.

Penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional juga menyoroti pentingnya rantai pasok (supply chain) dalam mendukung keberlanjutan program MBG.

Seiring bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi, kebutuhan bahan pangan dan sistem distribusi akan semakin kompleks. Oleh karena itu, kerja sama ini mencakup peran badan usaha milik daerah (BUMD), termasuk dalam aspek pembiayaan dan penyediaan kebutuhan logistik.

"Hari ini kita melakukan penandatanganan kesepahaman, karena dengan akan bertambahnya SPPG yang operasional di Jakarta, saya kira isu rantai pasok akan menjadi sangat menarik," ucap Dadan.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, program Makan Bergizi Gratis di Jakarta diharapkan berjalan aman, efektif, dan berdampak luas bagi masyarakat.

x|close