BGN Beberkan Hasil Lab Kasus Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 22:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ttim medis dan ambulans bersiap di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Ttim medis dan ambulans bersiap di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah.

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan pencernaan.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan, hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya kontaminasi bakteri e-coli pada makanan yang disajikan kepada para siswa.

“Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya bakteri e-coli pada kuah soto dan sambal. Temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan,” kata Nanik di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Selain pemeriksaan laboratorium, BGN juga melakukan investigasi terhadap proses pengolahan makanan. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang bertanggung jawab mengolah dan mendistribusikan makanan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kelayakan, sanitasi, dan higienitas pangan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Nanik menegaskan, BGN akan terus melakukan evaluasi, baik terhadap pelaksana program MBG di Kudus maupun seluruh mitra penyedia makanan di daerah lainnya.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh penyelenggara MBG di daerah lain. Standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BGN berkomitmen memperkuat pengawasan, memberikan pendampingan teknis, serta menegakkan standar operasional prosedur bagi dapur penyedia MBG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai tujuan, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Evaluasi dan perbaikan akan terus kami lakukan,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close