Ntvnews.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dengan memperhatikan variasi menu, cita rasa, serta potensi pangan lokal di berbagai daerah.
Beberapa menu yang disajikan antara lain nasi daun jeruk dori di SPPG Polres Langsa, Aceh, dengan kandungan energi 596,9 kkal dan protein 19,5 gram, serta ayam tangkap khas Aceh dari SPPG Polresta Banda Aceh yang mengandung energi 658,6 kkal. Sementara itu, menu pohul-pohul ayam napinadar di SPPG Polres Pematang Siantar tercatat memiliki protein cukup tinggi, yakni 22,7 gram, dengan energi 523,3 kkal.
Baca Juga: Mendukbangga: Program MBG untuk Ibu dan Balita Jadi Contoh Dunia
Menu lain juga menampilkan kekayaan kuliner Nusantara, seperti sop ayam dari SPPG Polres Tapanuli Selatan dengan energi 686,8 kkal dan protein 26,6 gram, nasi batokok khas Kerinci dari SPPG Polda Jambi dengan protein 23 gram, hingga ayam goreng dan orek tempe di SPPG Polda Kepri yang memiliki energi tertinggi mencapai 748,8 kkal.
Selain itu, terdapat pula nasi kuning daging semur dari SPPG Polresta Pontianak 001 dengan kandungan energi 518,8 kkal.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa penyusunan menu MBG harus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi.
“Menu MBG harus memenuhi keamanan pangan dan standar gizi serta diharapkan SPPG dapat menyusun menu berdasarkan kesukaan di daerah dan sumber daya lokal,” ujar Dadan.
Pemerintah juga membuka saluran pengaduan melalui hotline 127 apabila masyarakat menemukan pelaksanaan MBG yang tidak sesuai standar.
Berikut Infografiknya:
Menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang berdasarkan kebutuhan gizi yang ditetapkan dengan pertimbangan rasa dan variasi sajian, seperti berikut. (Antara)
Menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang berdasarkan kebutuhan gizi yang ditetapkan dengan pertimbangan rasa dan variasi sajian, seperti berikut. (Antara)