Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Iwan Setiawan menyoroti tiga faktor yang membuat ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen sepanjang 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
"Saya pikir itu satu karena leadership yang sangat kuat ya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ucapnya usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta di Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Faktor kedua adalah ketahanan (resiliensi) ekonomi Jakarta. Struktur ekonomi yang kuat, didukung sektor perdagangan, jasa, investasi, dan konsumsi domestik, menjadi pendorong utama pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen Sepanjang 2025, Lampaui Rata-rata Nasional
"Ini menunjukkan bahwa perekonomian kita di DKI Jakarta khususnya resilien dan bisa tumbuh berkelanjutan," terangnya.
Faktor ketiga yang tak kalah penting adalah solidnya kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sinergi antara BI, Pemprov DKI Jakarta, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai berhasil menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya beli masyarakat.
Ke depan, BI DKI bersama TPID berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan ekonomi 2026 agar tetap stabil, sekaligus memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Ini juga sebetulnya sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Pak Gubernur, kami di TPID berkolaborasi sangat solid, sehingga nanti insya Allah akan mengawal juga membuat ekonomi di tahun 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali di dalam range 2,5% plus minus 1%," tutupnya.
Iwan Setiawan dan Rano Karno (NTVNews.id/Adiansyah)