Ntvnews.id, Kota Bandung - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza memastikan bahwa siswa sekolah dasar berinisial Y di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang mengakhiri hidup karena diduga akibat tekanan finansial, tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
“Anak yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima PIP. Di sekolahnya ada 72 siswa penerima PIP, termasuk almarhum,” kata Fajar saat meninjau SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat, 6 Februari 2026.
Fajar menjelaskan bahwa dana PIP yang diterima korban pada 2025 telah dicairkan pada November dan digunakan untuk kebutuhan pendidikan, termasuk seragam, sepatu, buku, alat tulis, serta perlengkapan sekolah lainnya.
Meski begitu, Wamendikdasmen menekankan bahwa penyebab peristiwa tersebut tidak bisa disederhanakan hanya pada satu faktor, karena melibatkan aspek psikologis, emosional, ekonomi, dan interaksi sosial di lingkungan korban.
“Anak usia 10 tahun itu sebenarnya belum memahami makna bunuh diri. Mungkin dengan cara itu dia berpikir masalahnya akan selesai. Ini yang perlu kita pahami bersama,” ujarnya.
Baca Juga: Kunjungi Rumah Siswa yang Bunuh Diri di NTT, Kemendikdasmen Beri Pendampingan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan melakukan intervensi jangka panjang dengan memperkuat peran guru bimbingan konseling di sekolah, menata kembali fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta mengaktifkan kembali peran guru wali dalam memantau kondisi peserta didik.
“Guru di sekolah menjadi pihak pertama yang bisa mendeteksi bila ada masalah psikologis pada anak. Ini yang sedang kami perkuat sejak 2025. Mudah-mudahan ke depan kasus seperti ini bisa ditekan,” kata Fajar.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan berharap peristiwa serupa tidak terulang. Pemerintah berupaya menanggapi persoalan tersebut secara struktural melalui kebijakan.
“Dari berbagai kajian, tidak ada faktor tunggal yang membuat anak melakukan tindakan seperti itu. Banyak aspek yang saling berkaitan,” ucapnya.
Fajar menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin menghakimi pihak mana pun serta berkomitmen menjaga privasi keluarga korban dan lingkungan sekitarnya. Ia juga mendorong penguatan pendidikan karakter melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat agar generasi muda tumbuh sehat secara mental dan terhindar dari tekanan hidup.
Baca Juga: Buntut Siswa Bunuh Diri di NTT, DPR Bakal Panggil Mendikdasmen
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 6 Februari 2026. ANTARA/Rubby Jovan (Antara)