Kasus Bunuh Diri Anak SD di NTT, Wihaji Ingatkan Pentingnya Kepedulian Tetangga dan Keluarga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 15:23
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan) mengunjungi rumah salah satu keluarga berisiko stunting di Cilegon, Banten, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan) mengunjungi rumah salah satu keluarga berisiko stunting di Cilegon, Banten, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Cilegon, Banten - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji meminta masyarakat, khususnya tetangga, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dalam menanggapi kasus siswa SD yang bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jangan sampai begitu terulang kembali, kita ini sudah 80 tahun merdeka. Kita perhatikan dengan baik tetangga-tetangga kita," kata Wihaji ditemui usai konsolidasi bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Cilegon, Banten, Kamis, 5 Februari 2026.

Wihaji menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut dan meminta TPK terus mengedukasi keluarga mengenai pentingnya kesehatan mental.

"Oleh karena itu saya berpesan kepada TPK, tolong kalau ada sesuatu yang begini-begini ini perhatikan, bisa dilaporkan kepada pihak terkait, memang kita tidak bisa kontrol satu persatu, tetapi ini mengetuk hati kita. Ini bagian dari kewajiban kita yang saya sebut dengan ketahanan keluarga," ujarnya.

Mendukbangga menekankan bahwa kesehatan mental adalah bagian dari delapan fungsi keluarga yang harus mendapat perhatian semua pihak, mulai dari keluarga terkecil hingga pemerintah pusat.

Baca Juga: 11 Tahun Bermasalah, Adminduk Orang Tua Siswa Bunuh Diri di NTT Akhirnya Beres

"Apa pun sebabnya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, yang kedua, tentu ini bagian dari kewajiban kita semua, khususnya dari Kemendukbangga yang berurusan dengan keluarga, penting tentang kesehatan mental karena itu ke depan tentang delapan fungsi keluarga, nanti akan saya genjot terus untuk memberikan edukasi tentang delapan fungsi keluarga," tutur Wihaji.

Delapan fungsi keluarga tersebut meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

Kasus siswa kelas IV SD di Ngada, NTT, yang menulis surat perpisahan kepada orang tuanya diduga akibat tekanan ekonomi keluarga, menjadi sorotan publik. Surat tersebut kemudian menyebar dan memicu keprihatinan masyarakat.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengirim konselor psikologi untuk mendampingi keluarga korban, khususnya orang tua siswa yang bunuh diri karena tak dibelikan buku dan pensil.

"Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata Kapolda NTT di Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.

Pendampingan dan konseling akan berlangsung mulai Rabu, 4 Februari 2026, hingga Minggu, 8 Februari 2026, di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada.

Baca Juga: Reza Indragiri: Siswa SD Bunuh Diri di NTT Bukan Sekadar Soal Alat Tulis

(Sumber: Antara) 

x|close