Ntvnews.id, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menilai kematian bocah kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada mencerminkan adanya kegagalan sistem yang terjadi secara berjenjang, mulai dari tingkat pemerintah provinsi hingga ke lapisan paling bawah.
“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya di Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Melki Laka Lena saat menanggapi peristiwa meninggalnya seorang bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku kelas IV SD. Anak tersebut ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, diduga karena tekanan ekonomi keluarga yang tidak mampu membelikan buku dan pensil untuk keperluan sekolah.
Ia menilai pemerintah daerah telah gagal mendeteksi dan merespons kesulitan yang dialami korban. Menurutnya, tragedi ini menjadi pukulan keras bagi seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Penyebab Siswa SD di Ngada NTT Gantung Diri Tak Dibelikan Buku Seharga Rp10 Ribu
“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.
Melki Laka Lena mengakui bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah belum sepenuhnya berhasil, terutama dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan nyawa akibat kondisi sosial dan ekonomi yang dihadapinya.
“Ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tambah dia.
Ia menegaskan pemerintah provinsi tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan berharap kasus ini menjadi yang terakhir. Pemerintah, kata dia, akan memperbaiki sistem agar lebih peka terhadap persoalan masyarakat, khususnya anak-anak.
Sebelumnya, pada Kamis, 29 Januari 2026, seorang anak berusia 10 tahun yang masih berstatus sebagai siswa kelas IV SD ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon cengkeh.
Bocah tersebut diduga mengakhiri hidupnya karena orang tuanya tidak mampu membeli buku dan pensil untuk kebutuhan sekolah. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menuliskan sepucuk surat yang ditujukan kepada ibunya.
Baca Juga: Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, Mensos: Kita Prihatin
(Sumber: Antara)
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena. ANTARA/Kornelis Kaha (Antara)