PM Jepang Tak Sebut-sebut AS dalam Peringatan Bom Atom Nagasaki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 14:27
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi bom nuklir di Hiroshima Ilustrasi bom nuklir di Hiroshima (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi kembali tidak menyebut Amerika Serikat ketika menyampaikan pidato dalam upacara peringatan korban bom atom Nagasaki, Minggu, 9 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Takaichi menekankan pentingnya mencegah penggunaan senjata nuklir kembali terjadi. Upacara peringatan tersebut disiarkan secara daring melalui sejumlah stasiun televisi utama di Jepang.

"Bencana yang terjadi 81 tahun lalu di Nagasaki dan Hiroshima tidak boleh terulang lagi. Negara kita berpegang teguh pada Tiga Prinsip Non-Nuklir dan sejalan dengan janji 'Biarlah Nagasaki tetap menjadi lokasi terakhir pengeboman atom', sebagai satu-satunya negara yang menjadi sasaran pengeboman selama perang, terus melakukan upaya yang realistis dan praktis untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir," kata Takaichi.

Pernyataan tersebut kembali menunjukkan bahwa Takaichi tidak menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang bertanggung jawab atas penjatuhan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Baca juga: Pesawat Pengebom Hiroshima dan Nagasaki Kembali Mengudara

Hal serupa sebelumnya terjadi dalam upacara peringatan bom atom Hiroshima pada Kamis, 6 Agustus 2026. Ketika itu, Takaichi dan Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui juga tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang menjatuhkan bom atom di kota tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Matsui turut menyinggung konflik yang berlangsung di Ukraina dengan mengutip pernyataan seorang penyintas bom atom.

Pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa tersebut menewaskan sekitar 140.000 orang dari total populasi 350.000 orang di Hiroshima, sementara di Nagasaki sekitar 74.000 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban merupakan warga sipil.

Untuk mengenang para korban, Hiroshima dan Nagasaki setiap tahun menggelar "Upacara Perdamaian" pada 6 dan 9 Agustus.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close