Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian AS di Gaza, Tegaskan Pasukan Israel Tak Akan Pergi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 09:50
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pemerintahnya tidak menyetujui rancangan yang diajukan Amerika Serikat (AS) terkait rekonstruksi dan perdamaian di Jalur Gaza. Sikap tersebut sekaligus menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah itu, termasuk apabila Hamas menjalankan pelucutan senjata.

Pernyataan Netanyahu disampaikan setelah Gerakan Islam Palestina (Hamas) kembali menegaskan komitmennya terhadap rancangan yang dipaparkan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan Board of Peace (BoP) pekan lalu. Komitmen tersebut terutama menyangkut pelucutan senjata milisi Palestina dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Netanyahu menyampaikan penolakan itu melalui akun media sosialnya.

"Mereka yakin soal pelucutan senjata Hamas dan proses demiliterisasi Gaza. Kita tahu itu, mereka menerima draft mereka, tapi kita tidak setuju. Itu bukan draft kami, dan kita sudah menyampaikan tanggapan," ucap Netanyahu.

Baca Juga: Purbaya Guyur Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda, Cair Bulan Ini

Sementara itu, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel Letjen Eyal Zamir pada Rabu (5/8) menegaskan bahwa operasi militer Israel di Jalur Gaza akan terus berlanjut secara proaktif.

"Kami terus memburu mereka yang bertanggung jawab terhadap serangan Hamas, pada 7 Oktober 2023," katanya.

Menurut Eyal Zamir, militer Israel telah memberikan tekanan besar terhadap Hamas melalui operasi yang berlangsung di Gaza.

"Di Gaza, kami telah menyerang Hamas secara signifikan, melemahkannya, dan secara fundamental mengubah peta keamanan," ucap Eyal Zamir.

Ia juga menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dan menjaga keamanan Israel.

"Kita berupaya menghilangkan ancaman di setiap situasi, melindungi komunitas dan penduduk, serta melindungi keamanan mereka," ucap Eyal Zamir.

HIGHLIGHT

x|close