Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina Usai Kiev Sampaikan Permintaan Maaf

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 19:24
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal perang berlayar di Laut Kaspia. Ilustrasi - Kapal perang berlayar di Laut Kaspia. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Iran disebut telah menyiapkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina sebagai respons atas dugaan serangan Kiev terhadap kapal Iran di Laut Kaspia. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah Ukraina menyampaikan "permohonan maaf".

Dalam wawancara dengan televisi nasional Iran pada Senin, 3 Agustus 2026, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan pasukan Iran telah menyelesaikan persiapan sebelum operasi tersebut dihentikan.

Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan membiarkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz melalui rute yang tidak diakui oleh pemerintah Iran. Ia menyatakan kapal yang menggunakan "jalur ilegal" dapat menjadi sasaran.

Selain itu, Rezaei mengklaim Iran berhasil menimbulkan kerugian besar terhadap pasukan Amerika Serikat dalam konflik terbaru yang berlangsung selama 17 hari.

Baca JugaTrump Tegaskan AS Tak Akan Biarkan Iran Kenakan Biaya di Selat Hormuz

Menurut dia, serangan menggunakan rudal dan drone Iran juga berhasil menggagalkan upaya serangan Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Iran menuduh Ukraina melakukan serangan terhadap kapal dagang miliknya di Laut Kaspia pada 25 Juli 2026. Insiden tersebut disebut menyebabkan seorang anak buah kapal meninggal dunia.

Setelah kejadian itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha bahwa Kiev harus memberikan kompensasi kepada Teheran atas kerugian akibat serangan tersebut.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026. Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan Iran terhadap sejumlah negara tetangga di kawasan.

Baca JugaKetegangan Memuncak, AS Alihkan Rute 35 Kapal Dagang dari Pelabuhan Iran

Berikutnya, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata pada April 2026. Kesepakatan itu dilanjutkan dengan penandatanganan memorandum perdamaian melalui mediasi Pakistan pada Juni 2026 untuk menghentikan konflik bersenjata dan mencapai perdamaian.

Namun, kesepakatan tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Kedua negara kembali terlibat dalam aksi saling serang selama dua pekan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close