Kunjungi Rumah Siswa yang Bunuh Diri di NTT, Kemendikdasmen Beri Pendampingan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 11:50
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 5 Februari 2026, sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan psikososial serta perlindungan murid. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 5 Februari 2026, sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan psikososial serta perlindungan murid. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bentuk empati sekaligus kepedulian terhadap kesejahteraan psikososial serta perlindungan murid. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Yohanes.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, 5 Februari 2026, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja. Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.

Baca Juga: Buntut Siswa Bunuh Diri di NTT, DPR Bakal Panggil Mendikdasmen

Ia menambahkan, Kemendikdasmen berkomitmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang dibutuhkan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan sebagai bentuk dukungan untuk meringankan beban keluarga. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Maria Goreti Te’a selaku ibunda almarhum, Wihelmina Nenu sebagai nenek, dan Dominikus Nou selaku paman.

Mewakili keluarga, Dominikus menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” kata Dominikus.

Baca Juga: DPR Usut Pungutan Rp1,2 Juta di SD NTT yang Siswanya Bunuh Diri

(Sumber: Antara) 

x|close