Ntvnews.id, Jakarta - Pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kini dikebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta percepatan proses pembongkaran. Instruksi pun dikeluarkan, dari sebelumnya satu tiang per hari, kini ditingkatkan menjadi empat hingga lima tiang setiap hari.
Langkah ini diambil setelah Pramono meninjau langsung progres di lapangan dan menilai pekerjaan bisa dipercepat. Ia menegaskan, percepatan dilakukan agar kawasan strategis Rasuna Said segera tertata rapi dan tidak lagi dipenuhi tiang monorel mangkrak yang telah berdiri lebih dari dua dekade.
Menurutnya, percepatan pembongkaran tiang monorel Jakarta sudah mulai berjalan. Saat ini, sebagian besar tiang baja telah terpotong, dan proses berlanjut pada bagian yang memiliki struktur beton.
"Tetapi setelah melihat pekerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu empat lima tiang sehari," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Jumat, 6 Februari 2026.
Pembongkarn tiang monorel Rasuna Said (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono: Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Sebelum Lebaran
Namun, ia mengakui bahwa pembongkaran bagian beton membutuhkan waktu lebih lama karena struktur yang lebih kompleks dan memerlukan kehati-hatian ekstra demi keselamatan pekerja serta pengguna jalan.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga kembali meluruskan isu terkait anggaran pembongkaran tiang monorel yang disebut-sebut mencapai Rp100 miliar. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan semata-mata untuk pemotongan tiang.
Anggaran Rp100 miliar tersebut mencakup penataan kawasan secara menyeluruh, termasuk pembangunan selokan, perbaikan jalan, taman, hingga pedestrian. Artinya, pembongkaran tiang monorel hanyalah bagian dari proyek revitalisasi infrastruktur di koridor Rasuna Said.
Sebagai informasi, tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said telah berdiri terbengkalai selama kurang lebih 20 tahun. Proyek monorel Jakarta yang sempat digadang-gadang menjadi solusi transportasi massal itu akhirnya mangkrak dan menyisakan struktur beton yang mengganggu estetika kota. Pembongkaran pun resmi dimulai pada 14 Januari 2026.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)